BLANDED LEARNING: PEMANFAATAN GOOGLE SITES PADA MATA PELAJARAN BISNIS ONLINE


BLANDED LEARNING: PEMANFAATAN GOOGLE SITES PADA MATA PELAJARAN BISNIS ONLINE

Oleh: Fajar Efendi Daulay, S.Pd., M.Pd
Best Practice Ini Dibuat Dalam Rangka Lomba Guru Berprestasi
Tingkat Provinsi dan Nasional Tahun 2019
Provinsi Sumatera Utara


BAB I 
PENDAHULUAN 


1.  Latar Belakang

Pembelajaran 4.0 merupakan respon dari revolusi industri 4.0 dimana manusia dan teknologi diselaraskan pada kegiatan belajar mengajar. SEAMOLEC (2009) menjelaskan bahwa pembelajaran 4.0 merujuk kepada 9 tren, yaitu:  (1) pembelajaran dapat dilaksanakan dimana dan kapan saja; (2) pembelajaran dilaksanakan secara personal; (3) peserta didik memiliki kesempatan dalam menentukan materi yang akan dipelajari; (4) pembelajaran berbasis proyek; (5) pembelajaran langsung melalui pengalaman lapangan seperti magang, bimbingan proyek dan proyek; (6) pembelajaran berupa aplikasi praktek; (7) pembelajaran dievaluasi bukan diuji; (8) pembelajaraan modular; (9) kepemilikan pembelajaran oleh siswa.

Berdasarkan tren tersebut, kegiatan pembelajaran 4.0 mengalami evolusi kearah pembelajaran digital yang dapat menciptakan pembelajaran yang lebik kreatif, partisipatif, beragam, dan menyeluruh. Munir (2012) menjelaskan bahwa pembelajaran digital merupakan suatu sistem yang dapat memfasilitasi pembelajar belajar lebih luas, lebih banyak, dan bervariasi. Melalui fasilitas yang disediakan oleh sistem tersebut, pembelajar dapat belajar kapan dan dimana saja tanpa terbatas oleh jarak, ruang dan waktu. Materi pembelajaran yang dipelajari lebih bervariasi, tidak hanya dalam bentuk verbal, melainkan lebih bervariasi seperti teks, visual, audio, dan gerak.

Pembelajaran digital dapat dilakukan dengan cara mengombinasikan pembelajaran berbasis tatap muka dengan sumber ilmu pengetahuan dan teknologi yang bersifat offline maupun online. Hal ini yang disebut dengan pembelajaran berbasis blanded learning. Menurut Semler (2005) “Blended learning combines the best aspects of online learning, structured face-to-face activities, and real-world practice”. Maknanya bahwa blended learning merupakan kombinasi aspek terbaik dari pembelajaran online, pembelajaran tatap muka dan pengalaman di dunia nyata.

Berdasarkan pengertian di atas, blended learning memiliki dua kategori utama, yaitu; (1) peningkatan bentuk aktivitas tatap-muka, yaitu penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam aktivitas tatap-muka, baik dalam bentuknya yang memanfaatkan internet (web-dependent) maupun sebagai pelengkap (web-supplemented) yang tidak merubah model aktivitas, (2) pembelajaran yang mengurangi aktivitas tatap-muka tapi tidak menghilangkannya, sehingga memungkinkan peserta didik untuk belajar secara online. Jadi blended learning yang dibahas dalam best practice ini adalah pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi berbasis web untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas.

Salah satu teknologi informasi dan komunikasi berbasis web adalah Google Sites. Wikipedia (2018) menjelaskan bahwa Google Sites adalah aplikasi wiki terstruktur untuk membuat situs web pribadi maupun kelompok, untuk keperluan personal maupun korporat. Selanjutnya Harsanto (2012) menjelaskan bahwa Google Sites adalah salah satu produk dari google sebagai tools untuk membuat situs. Adapun alasan pemilihan Google Sites adalah karena ia mudah digunakan dan dikelola oleh pengguna awam.

2.  Fokus Best Practice

        Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi fokus pada best practice ini adalah: Bagaimana pemanfaatan Google Sites dalam pembelajaran bisnis online kelas 11 BDDP 1 SMK Negeri 7 Medan?

 3. Tujuan

         Berdasarkan latar belakang dan fokus best practice, maka yang menjadi tujuan pada best practice ini adalah: untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan Google Sites dalam pembelajaran bisnis online kelas 11 BDDP 1 SMK Negeri 7 Medan.

 4. Manfaat

            Adapun yang menjadi manfaat dari best practice ini adalah sebagai berikut: 

1.     Manfaat teoretik

a)  Menambah khasanah keilmuan, khususnya mengkaji alternatif pembelajaran blende learning dengan menggunakan Google Sites pada mata pelajaran bisnis online di Sekolah Menengah Kejuruan.

b) Menjadi acuan dalam best practice selanjutnya, khususnya sebagai pedoman dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pembelajaran blended learning dengan menggunakan Google Sites pada mata pelajaran bisnis online di Sekolah Menengah Kejuruan.

2.     Manfaat praktis

a)    Manfaat bagi peserta didik,

Blended learning dengan menggunakan Google Sites dapat membekali peserta didik menjadi pemikir yang handal dan pembelajar yang mandiri. Blended learning dengan menggunakan Google Sites dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran di SMK, dan meningkatkan kemampuan belajar serta memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam menguasai materi ajar, khususnya pada mata pelajaran bisnis online.

b)   Manfaat bagi Pendidik

Blended learning dengan menggunakan Google Sites dapat mempermudah guru untuk melakukan pemutakhiran bahan ajar sesuai dengan perkembangan keilmuan yang terjadi.

c)    Manfaat bagi sekolah,

Blended learning dengan menggunakan Google Sites dapat menciptakan pembelajaran yang praktis dan efektif, sehingga meningkatkan kualitas lulusan.


BAB II

PELAKSANAAN


1.  Deskripsi dan Ruang Lingkup Best Practice

Pembelajaran blended learning dengan memanfaatkan Google Sites pada mata pelajaran bisnis online adalah pembelajaran yang menggabungkan antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran e-learning pada mata pelajaran bisnis online. Google Sites  sebagai media pembelajaran e-learning berbasis web dapat di akses melalui alamat https://sites.google.com/view/bisnisonlinesmkn7medan yang mempunyai menu utama, yaitu: beranda, materi 1, materi 2, materi 3, materi 4, materi 5, materi 6, materi 7, materi 8, materi 9 dan materi 10.

            Isi dari setiap menu yang ada di web adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1 Isi dari Masing-masing Menu

No

Menu

Isi

1

Beranda

Kompetensi Dasar:

KD 3.10 Menerapkan Iklan PPC menggunakan Google Adwords

KD 4.10 Membuat Iklan PPC menggunakan Google Adwords

Judul per materi

2

Materi 1

Konsep dasar iklan PPC

3

Materi 2

Jenis-jenis iklan PPC

4

Materi 3

Alasan penggunaan PPC

5

Materi 4

Optimasi cara memantau kinerja PPC

6

Materi 5

Konsep Google AdWords

7

Materi 6

Manfaat menggunakan Google AdWords

8

Materi 7

Cara Kerja Iklan PPC Google Adwords

9

Materi 8

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan Iklan PPC menggunakan Google Adwords

10

Materi 9

Mendemonstrasikan cara membuat Iklan PPC menggunakan Google Adwords

11

Materi 10

Membuat Iklan PPC menggunakan Google AdWords


Berdasarkan silabus bisnis online, alokasi waktu untuk KD 3.10 Menerapkan Iklan PPC menggunakan Google Adwords dan KD 4.10 Membuat Iklan PPC menggunakan Google Adwords adalah 35 jam pelajaran atau 5 pertemuan. Pelaksanaan pembelajaran blended learning ini terdiri dari 60% atau sebanyak 3 pertemuan tatap muka dan 40% atau sebanyak 2 pertemuan secara online.

Pembelajaran secara online di mulai dari group telegram https://t.me/kelasnyaanakpm. Group ini merupakan ruang diskusi bagi peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Selain itu, group ini juga mempunyai sebuah BOT sebagai sumber informasi tentang pelaksanaan pembelajaran dan juga berfungsi sebagai update informasi dari website www.fajardaulay.com. Selanjutnya, setiap peserta didik yang telah mengikuti pembelajaran secara online ini diharuskan untuk mengisi daftar hadir pada link http://bit.ly/AbsensiPPC. Setelah peserta didik menyelesaikan setiap tugas, maka mereka harus mengumpulkan tugas di kantong pengumpulan tugas pada link berikut: http://bit.ly/KantongTugasPPC. Selain tugas, peserta didik juga harus mengerjakan soal-soal yang ada di web. Soal-soal tersebut di buat dengan mnggunakan google form.

 2.  Langkah-langkah Pelaksanaan Best Practice

            Pembelajaran blended learning dengan bantuan Google Sites adalah pembelajaran campuran antara tatap muka dengan online. Pembelajaran ini terdiri dari dua pembelajaran utama yaitu pembelajaran secara tatap muka dan pembelajaran secara online atau e-learning. Kedua pembelajaran tersebut dijelaskan berdasarkan langkah-langkah pada Tebel 2.2

Tabel 2.2 Sintaks Pembelajaran Blended Learning dengan Bantuan Google Sites

Fase Pembelajaran

Aktivitas

Pendidik

Peserta Didik (PD)

Klassikal

Pra Pembelajaran

Menyiapkan dan memotivasi belajar untuk mengikuti proses pembelajaran

Merapikan kelas, memberi, salam dan menyimak manfaat materi yang akan diperlajari

Menyampaikan tujuan pembelajaran dan cakupan materi

Membaca dan memahami tujuan pembelajaran & cakupan materi

Menyiapkan Pretes

Melakukan pretes

Membagi kelompok secara heterogen

Berkelompok sesuai arahan pendidik

 

Fase I :

Mengamati

Menayangkan video pembelajaran

Mengamati video pembelajaran

Fase II :

Menanya

Pendidik meminta PD menceritakan pemahamannya mengenai video pembelajaran dan merumuskan masalah

 

Menceritakan pemahamannya mengenai video pembelajaran dan merumuskan masalah

Fase III

Mengeksplorasi

Membimbing PD untuk mempelajari materi melalui buku paket.

Mempelajari materi melalui Buku paket 

Membimbing PD dalam diskusi kelompok

Memperdalam materi melalui diskusi  kelompok

Fase: IV

Mengkomu-nikasikan

Membimbing PD mempresentasikan hasil percobaan

Mempresentasikan hasil pembelajaran (percobaan)

Fase: V

Mengasosiasi

Membimbing PD mengumpulkan dan menganalisa data hasil percobaan

Mengumpulkan dan menganalisis data hasil percobaan

Pasca

Pembelajaran

Melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, melalui e-learning

Menyimak bentuk pemberian tugas

Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.

Menyimak rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya

E-Learning

Fase I

Mengakses website

Mengakses website

Fase II

Membuat materi pembelajaran/ Menyampaikan Materi pembelajaran

Memilih materi pembelajaran & Menyimak tujuan pembelajaran

Fase III

Menguplod materi pelajaran dan video tutorial

Mempelajari materi dan video tutorial

Fase IV

Memandu PD melakukan diskusi On-line (forum, chatting & streaming)

Memperdalam materi melalui diskusi on-line (forum, chatting & streaming)

Fase V

Memeriksa tugas Peserta Didik

Mengupload tugas

Fase VI

Menyiapkan Post test

Mengerjakan Post test

 3.  Hasil yang Dicapai

Hasil yang dicapai dari pemanfaatan Google Sites pada mata pelajaran bisnis online kelas 11 SMK Negeri 7 Medan adalah sebagai berikut:

a.    Meningkatnya minat dan motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran yang dapat dilihat dari antusiasme, keaktifan, dan peran serta siswa dalam proses pembelajaran

b.    Meningkatnya keterampilan berkomunikasi (communication) pada siswa kelas 11 SMK Negeri 7 yang dapat dilihat dari keberhasilan berdiskusi merencanakan pembuatan iklan PPC. 

c.       Meningkatnya keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking and problem solving) pada siswa SMK Negeri 7 yang dapat dilihat dari keberhasilan mengatasi berbagai permasalahan saat pembuatan iklan PPC.

d.     Meningkatnya keterampilan berkreasi dan berinovasi (creativity and innovation) pada siswa SMK Negeri 7 yang dapat dilihat dari karya siswa berupa iklan PPC yang ada di blog.

e.       Terciptanya iklan PPC di blog peserta didik.

 4.  Nilai Penting dan Kebaruan Best Practice yang telah dilaksanakan

Nilai penting dan kebaruan best practice ini adalah pemanfaatan google sites dalam blended learning yang sangat jarang digunakan oleh guru. Kebanyakan guru menggunakan Edmodo dan Google Classroom dalam pembelajaran online, padahal Google Sites memiliki beberapa kelebihan antar lain: bisa menambahkan fungsi-fungsi Analytics, Webmasters Tools, dan tentunya Adsense dengan mudah dan praktis. Kita hanya perlu menyalin kode yang disediakan dan menempelkannya pada tempat yang disediakan. Layanan ini akan disimpan pada domain Google.com. Artinya mesin pencari akan lebih mudah mengindeks halaman-halaman web yang kita pasang. Google Sites dapat menggunakan berbagai macam gadget yang disediakan oleh Google maupun yang dibuat oleh berbagai pihak di luar Google. Google Sites menyediakan berbagai tautan untuk informasi yang diperlukan. Namun, penggunaan google sites sebagai media pembelajaran dalam blended learning harus ditambah dengan aplikasi lain seperti telegram, zoho serta google spreedshet yang akan menambah wawasan guru serta peserta didik.

         Google Sites sebagai sumber informasi bagi peserta didik. Google Sites berisi tentang kompetensi dasar, materi pembelajaran baik berupa teks maupun video tutorial dan tugas-tugas yang akan dikerjakan oleh peserta didik. Hal ini sangat penting bagi peserta didik dikarenakan belum adanya buku bisnis online di sekolah. Oleh karena itu, Google Sites ini merupakan suatu alternative bagi guru dalam menyediakan materi ajar.

          Selain Google Sites, pembelajaran ini di bantu oleh Telegram sebagai sarana komunikasi atau forum diskusi bagi siswa. Ada beberapa faktor pendukung pemilihan telegram sebagai media komunikasi dibandingkan dengan Whats App, yaitu: (1) telegram lebih ringan ketika dijalankan karena ukuran aplikasi yang lebih kecil; (2) telegram mengijinkan kita berbagi foto, video, file (doc, zip, mp3, dan lain-lain) dengan ukuran maksimum 1.5 GB per file; (3) Groups pada Telegram memiliki kapasitas 200 orang dan dapat diupgrade menjadi Supergroups dengan kapasitas sampai 1000 orang; (4) fitur Channel pada Telegram. Proses penyiaran (broadcasting) dilakukan dengan benar menggunakan Channel. Channel; (5) fitur Bot pada Telegram. Bot adalah akun yang dijalankan oleh aplikasi (bukan orang).

            Selain Telegram, pembelajaran ini juga dibantu oleh Zoho Form dan Google Spreadsheet. Zoho Form berfungsi sebagai daftar hadir peserta didik. Pengisian daftar hadir ini dilakukan dengan cara mengisi data berupa nama, tanggal, jam serta tanda tangan. Sedangkan Google Spreadsheet berfungsi sebaga tempat pengumpulan tugas. Pengisian tempat pengumpulan tugas ini dilakukan dengan cara memasukkan link dari google drive peserta didik.

 5.  Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat

            Faktor pendukung best practice ini adalah setiap peserta didik telah mempunyai smartphone dan ada beberapa peserta didik yang juga mempunyai laptop. Berdasarkan hasil observasi terhadap smartphone yang digunakan peserta didik diperoleh data    sebagai berikut: 50% peserta didik mempunyai smartphone yang high level, 40% peserta didik mempunyai smartphone yang midle level dan 10% peserta didik mempunyai smartphone yang low level.

Selain faktor pendukung, best practice ini juga mempunyai faktor penghambatnya adalah pertama, tidak meratanya fasilitas yang dimiliki pelajar, seperti komputer dan akses internet. Padahal dalam Blended Learning diperlukan akses internet yang memadai, apabila jaringan kurang memadai akan menyulitkan peserta dalam mengikuti pembelajaran mandiri via online. Kedua, tidak setiap peserta didik memiliki kemampuan dan keterampilan yang sama untuk melakukan kemandirian belajar.

6.  Tindak Lanjut

            Berhasilnya penerapan blended learning dengan memanfaatkan google sites ini memacu penulis untuk mengembangkan ke seluruh kompetensi dasar bisnis online baik di kelas sebelas maupun kelas dua belas. Selain itu, penulis juga berniat untuk menularkan best practice ini kepada guru-guru yang ada di SMK Negeri 7 Medan.

 

 BAB III

SIMPULAN DAN SARAN

 

1.        Simpulan

Adapun yang menjadi kesimpulan dalam best practice ini adalah:

a.    Blended learning dilaksanakan dengan memanfaatkan google sites sebagai media pembelajaran dan dibantu oleh aplikasi telegram sebagai forum diskusi dan kumunikasi.

b.   Meningkatnya minat dan motivasi peserta didik, keterampilan berkomunikasi, keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah serta keterampilan berkreasi dalam mata pelajaran bisnis online

 

2.        Saran

Adapun yang menjadi kesimpulan dalam best practice ini adalah:

a.   Kepala SMK Negeri 7 Medana agar mengadakan pelatihan tentang blended learning dengan memanfaatkan google sites.

b.     Rekan-rekan guru agar menerapkan blended learning dengan memanfaatkan google sites.

DAFTAR PUSTAKA

 

SEAMOLEC. 2019. Program Bantuan Penelitian Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (PTJJ). https://penelitian.seamolec.org/. Di akses pada tanggal 05 Mei 2019 Pukul 13.00 WIB

Munir. (2012). Multimedia Konsep & Aplikasi dalam Pendidikan. Bandung : Alfabeta.


Semler, S. 2009.Use Blended Learning to Increase Learner Engagement and Reduce Training Cost. (http://www.learningsim.com/content/lsnews/ blended_learning1.html, Di akses pada tanggal 05 Mei 2019 Pukul 13.00 WIB)

 

Harsanto, Budi. 2012. Panduan E-Learning Menggunakan Google Sites. http//:www.elearning.fe.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2012/09/Panduan-E-Learning-Menggunakan-Google-Sites.pdf.  Di akses pada tanggal 05 Mei 2019 Pukul 13.00 WIB

 

Wikipedia. 2019. Google Sites. https://id.wikipedia.org/wiki/Google_Sites. Di akses pada tanggal 05 Mei 2019 Pukul 13.00 WIB


ANGKET PEMBELAJARAN DARING

 Kepada siswa-siswi BDP SMK Negeri 7 Medan, silahkan isi angket berikut ini. 


Angket Pembelajaran Daring

PENGERTIAN WEBSITE

 

Dunia digital berkembang sangat pesat, namun ada satu fondasi yang tidak pernah berubah fungsinya sejak dulu: Website. Bagi seorang digital marketer, pelaku bisnis, atau siapapun yang ingin membangun online presence, memahami anatomi website adalah langkah awal yang wajib dikuasai.

Yuk, kita bedah kembali apa itu website secara mendalam namun tetap mudah dipahami!

Apa Itu Website? (Pengertian Dasar)

Secara sederhana, website adalah kumpulan halaman digital yang saling terhubung di dalam internet yang menampilkan berbagai macam informasi—mulai dari teks, gambar, data, suara, video, hingga animasi interaktif.

Halaman-halaman ini dikemas dalam sebuah domain (alamat situs) atau subdomain, dan berada di dalam jaringan besar yang kita sebut WWW (World Wide Web).

Secara teknis, halaman website ditulis menggunakan format HTML (Hyper Text Markup Language) dan diakses melalui protokol HTTP/HTTPS. Protokol inilah yang bertugas mengalirkan data dari server website untuk ditampilkan dengan rapi di web browser (seperti Google Chrome, Safari, atau Microsoft Edge) di perangkat Anda.

Fun Fact: Di era sekarang, mayoritas website sudah bermigrasi ke HTTPS (versi aman dari HTTP) untuk melindungi data pengguna dan mendapatkan nilai plus di mata Google SEO.

Definisi Website Menurut Para Ahli

Untuk memperluas sudut pandang kita, berikut adalah pengertian web menurut beberapa pakar teknologi:

  1. Suwanto Raharjo, S.Si., M.Kom.: Web merupakan salah satu layanan internet yang paling banyak digunakan dibandingkan dengan layanan lain seperti FTP, Gopher, News, atau bahkan email.
  2. Yuhefizar: Sebuah metode untuk menampilkan informasi di internet yang interaktif (teks, gambar, suara, video) dan memiliki kemampuan menghubungkan (link) satu dokumen dengan dokumen lainnya (hypertext) melalui browser.
  3. Boone (Thomson): Koleksi sumber informasi kaya grafis yang saling berhubungan satu sama lain dalam jaringan internet yang lebih besar.
  4. Wahana Komputer: Formulir komunikasi interaktif yang digunakan pada suatu jaringan komputer.
  5. A. Taufiq Hidayatullah & Haer Talib: Bagian paling terlihat dari internet sebagai jaringan terbesar dunia, yang memiliki nama dan alamat spesifik.

4 Unsur Wajib untuk Membangun Website

Jika diibaratkan seperti membangun sebuah toko fisik di dunia nyata, website membutuhkan 4 unsur utama berikut ini agar bisa berdiri dan dikunjungi orang:

1. Nama Domain (Alamat Toko)

Domain adalah alamat unik di internet yang digunakan orang untuk menemukan website Anda (contoh: fajardaulay.com). Jika di dunia nyata, domain adalah nama jalan atau nomor bangunan (misal: Jl. STM No. 12 E, Medan).

  1. Sistem Sewa: Domain tidak dibeli permanen, melainkan disewa per tahun melalui registrar (seperti Niagahoster, Hostinger, dll).
  2. Ekstensi Domain: Akhiran domain menentukan identitas website internasional: .com, .net, .org. Lokal Indonesia: .co.id (perusahaan), .ac.id (perguruan tinggi), .sch.id (sekolah), .go.id (pemerintah).

2. Web Hosting (Tanah & Bangunan Toko)

Hosting adalah ruang penyimpanan digital (berupa harddisk di dalam komputer server) untuk menampung semua file website Anda—mulai dari gambar, kode program, database, hingga video.

  • Kapasitas: diukur dalam satuan megabyte (MB) atau gigabyte (GB).
  • Sama seperti domain, hosting didapatkan dengan sistem sewa tahunan dari penyedia layanan web hosting.

3. Bahasa Pemrograman / Scripts (Sistem Operasional Toko)

Skrip atau bahasa pemrograman bertugas menerjemahkan perintah pengunjung saat mengakses website. Bahasa inilah yang menentukan apakah sebuah website bersifat statis atau dinamis.

  • HTML: bahasa dasar mutlak untuk menyusun struktur halaman.
  • PHP, ASP, JSP, JavaScript: bahasa pendukung yang membuat website hidup, dinamis, dan interaktif (misalnya untuk fitur kolom komentar, form pendaftaran, login member, atau portal berita yang update setiap saat).

4. Desain Website (Dekorasi & Layout Toko)

Desain adalah penentu impresi pertama pengunjung. Website dengan desain yang rapi, estetis, dan mudah dinavigasi (User Experience) akan membuat pengunjung betah.

  • Pembuatan: Bisa dirancang sendiri (menggunakan coding manual atau CMS seperti WordPress dan Canva) atau menggunakan jasa web designer profesional.

Bagaimana Cara Kerja Web?

Mungkin kita sering penasaran, apa yang terjadi di balik layar saat kita mengetik sebuah alamat website? Berikut adalah proses singkatnya:

[Komputer Client/Browser] ----(Minta Data via HTTP)----> [Web Server]
[Komputer Client/Browser] <----(Kirim File HTML/Media)--- [Web Server]
  • Penyimpanan: Semua dokumen dan data halaman web disimpan di dalam komputer Web server.
  • Permintaan (Request): Pengguna (disebut Client) membuka aplikasi browser dan mengetik URL website.
  • Pengiriman: Browser mengirimkan permintaan ke web server. Server kemudian membaca kode (misalnya kode PHP/HTML) dan mengirimkan kembali file yang diminta ke browser pengguna.
  • Rendering: Browser menerjemahkan file kode tersebut menjadi tampilan visual yang indah seperti yang Anda lihat saat ini.

4 Fungsi Utama Website di Era Digital

Berdasarkan tujuan pembuatannya, website umumnya dibagi menjadi 4 fungsi utama:

Fungsi WebsitePenjelasanContoh Fasilitas
1. KomunikasiWebsite dinamis yang memfasilitasi interaksi dua arah antara pemilik situs dan pengunjung.Chatbox, Contact Form, Web Mail, Forum Diskusi.
2. InformasiMenitikberatkan pada kualitas konten teks dan grafis yang informatif serta cepat diakses (minim animasi berat).Portal Berita, Company Profile, E-Library, Blog Artikel.
3. EntertainmentBerfungsi sebagai sarana hiburan. Biasanya kaya akan media visual, audio, dan elemen bergerak.Streaming film/musik online, portal game online.
4. TransaksiMenghubungkan bisnis dan konsumen secara langsung untuk melakukan aktivitas jual beli elektronik.Payment gateway (transfer, kartu kredit, e-wallet), keranjang belanja (add to cart).

Kesimpulan

Website bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan aset digital paling berharga di era modern. Baik untuk kebutuhan personal branding sebagai blogger, media edukasi, maupun senjata utama dalam strategi digital marketing.

 

Powered by Blogger.