Results for ADM. TRANSAKSI

Strategi Bauran Pemasaran 7P: Panduan Lengkap untuk Guru & Siswa SMK

 


Halo, para calon pebisnis dan ahli pemasaran SMK! Apa kabar? Bapak/Ibu guru di sini, yang sudah 16 tahun berkecimpung di dunia pemasaran dan suka berbagi lewat blog. Hari ini, kita akan bahas sesuatu yang fundamental tapi super penting untuk kesuksesan bisnis apa pun: Strategi Bauran Pemasaran atau yang sering disebut Marketing Mix.

Bayangkan kalian mau buka usaha kecil-kecilan, jualan minuman kekinian atau jasa servis laptop. Apa saja yang perlu kalian pikirkan? Produknya apa? Harganya berapa? Di mana jualnya? Gimana cara promosinya? Nah, Bauran Pemasaran inilah kotak peralatan kalian yang berisi semua elemen penting itu. Ibaratnya, kalau mau masak rendang enak, butuh daging, bumbu, santan, dan teknik memasak yang pas. Bauran pemasaran adalah "bumbu dan teknik" untuk suksesnya bisnis!

Dulu vs. Sekarang: Dari 4P ke 7P

Awalnya, bauran pemasaran dikenal sebagai 4P, dicetuskan oleh pakar pemasaran Jerome McCarthy:

  1. Product (Produk): Ini adalah jantungnya! Apa yang kalian tawarkan ke pelanggan? Bisa barang fisik (seperti sepatu, smartphone), jasa (seperti kursus online, potong rambut), atau bahkan ide. Pertanyaannya:

    • Apa kebutuhan atau masalah pelanggan yang dipecahkan produk ini?

    • Fitur, kualitas, desain, kemasan, merek, garansinya seperti apa?

    • Contoh: Air mineral kemasan botol (produk fisik), Layanan streaming musik (jasa), Program donasi pendidikan (ide).

  2. Price (Harga): Berapa nilai yang kalian tetapkan untuk produk/jasa itu? Harga itu sensitif! Terlalu mahal, pelanggan kabur. Terlalu murah, rugi atau dianggap kualitas rendah.

    • Bagaimana strategi penetapan harganya? (Harga premium? Murah? Diskon?)

    • Bagaimana harga dibandingkan kompetitor?

    • Apakah pelanggan merasa harga itu adil untuk nilai yang didapat?

    • Contoh: Harga paket data internet per bulan, Harga jasa desain logo.

  3. Place (Tempat/Distribusi): Di mana dan bagaimana pelanggan bisa mendapatkan produk/jasa kalian? Ini tentang aksesibilitas.

    • Apakah dijual online (e-commerce, website, medsos) atau offline (toko fisik, warung, pasar)?

    • Bagaimana alur distribusinya? (Produsen -> Grosir -> Eceran -> Pelanggan)

    • Apakah lokasinya strategis dan mudah dijangkau?

    • Contoh: Jualan baju lewat Shopee/Tokopedia (online), Membuka kedai kopi di dekat kampus (offline), Layanan servis pick-up and delivery.

  4. Promotion (Promosi): Bagaimana cara kalian memberitahu dan membujuk pelanggan tentang produk/jasa kalian? Ini tentang komunikasi.

    • Iklan (TV, radio, online, billboard).

    • Penjualan langsung (sales datang ke calon pelanggan).

    • Promosi penjualan (diskon, voucher, buy 1 get 1).

    • Hubungan masyarakat (public relations - acara, sponsorship).

    • Pemasaran langsung (email marketing, SMS).

    • Contoh: Iklan Instagram, Diskon akhir tahun, Sponsorship event musik kampus.

Perkembangan Zaman: Masuknya 3P Tambahan (Khususnya untuk Jasa!)
Seiring waktu, terutama untuk bisnis jasa yang semakin dominan, muncul 3P tambahan, menjadikannya 7P:

  1. People (Orang): SDM adalah ujung tombak, terutama di jasa! Karyawan yang melayani pelanggan langsung sangat mempengaruhi kepuasan.

    • Bagaimana sikap, pengetahuan, dan keterampilan staf?

    • Apakah mereka ramah, responsif, dan bisa dipercaya?

    • Contoh: Keramahan pramusaji di restoran, Kompetensi teknisi servis.

  2. Process (Proses): Bagaimana alur penyampaian produk/jasa kepada pelanggan? Proses yang efisien dan mudah dipahami itu krusial.

    • Bagaimana prosedur pemesanan, pembayaran, pengiriman?

    • Apakah antriannya lama? Apakah prosesnya rumit?

    • Contoh: Proses checkout online yang simpel, Prosedur klaim garansi yang jelas.

  3. Physical Evidence (Bukti Fisik): Hal-hal fisik yang bisa dirasakan pelanggan dalam interaksi dengan bisnis, terutama jasa (karena jasa itu tidak berwujud).

    • Gedung, ruang tunggu, seragam karyawan, desain website, logo, kartu nama, invoice.

    • Semua ini membentuk citra dan kepercayaan pelanggan.

    • Contoh: Kebersihan dan kenyamanan ruang tunggu klinik, Profesionalitas desain website perusahaan.

Kenapa 7P Ini Sangat Penting?

  • Panduan Lengkap: Memberikan kerangka kerja menyeluruh untuk mengambil keputusan pemasaran.

  • Sinergi: Semua P harus saling mendukung dan selaras. Misalnya, produk berkualitas tinggi harus didukung harga yang sesuai, tempat distribusi yang tepat, dan promosi yang menarik. Promosi besar-besaran tapi produknya tidak tersedia di tempat yang dijanjikan (Place) akan jadi bencana!

  • Fokus pada Pelanggan: Tujuannya akhirnya adalah memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan secara efektif dan menguntungkan.

  • Bersaing: Membantu bisnis membedakan dirinya dari pesaing.

Contoh Penerapan Sederhana: "Kedai Kopi Pelajar"

  • Product: Kopi spesialti racikan sendiri, camilan ringan, suasana nyaman untuk nongkrong/belajar, WiFi gratis.

  • Price: Harga menengah (lebih murah dari franchise besar tapi lebih tinggi dari warung kopi biasa), ada paket hemat siswa, poin loyalitas.

  • Place: Lokasi strategis dekat sekolah/kampus, bisa pesan via GoFood/GrabFood, website pemesanan.

  • Promotion: Aktif di Instagram & TikTok (promo harian, konten menarik), poster di sekitar kampus, program "Bawa Teman Dapat Diskon".

  • People: Barista ramah dan bisa cerita tentang kopi, pelayanan cepat.

  • Process: Sistem antrian digital, pembayaran mudah (cashless), proses pesan-antar online yang efisien.

  • Physical Evidence: Desain interior aesthetic dan instagramable, logo & kemasan kopi yang keren, seragam barista yang rapi, wifi yang stabil.

Tugas Kelompok: "Analisis Bauran Pemasaran Sekitar Kita!"

  1. Bentuk kelompok kecil (3-4 orang).

  2. Pilih satu bisnis lokal di sekitar sekolah/rumah kalian: Bisa warung makan, bengkel, toko kelontong, jasa fotocopy, layanan ojek online, atau bahkan sekolah kalian sendiri (sebagai penyedia jasa pendidikan).

  3. Analisislah bisnis tersebut menggunakan kerangka 7P:

    • Deskripsikan masing-masing elemen P (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence) pada bisnis tersebut.

    • Menurut kalian, elemen mana yang menjadi keunggulan mereka?

    • Elemen mana yang mungkin perlu diperbaiki? Berikan saran perbaikannya.

    • Apakah semua elemen 7P terlihat saling mendukung? Beri contoh sinergi atau ketidakselarasannya.

  4. Presentasikan hasil analisis kalian secara singkat (5-7 menit) di depan kelas. Gunakan slide sederhana atau poster kecil.

Apa Itu Branding? Panduan Lengkap + 5 Contoh Sukses untuk Siswa SMK

 

Halo, para calon pebisnis dan profesional handal! Ibu/Bapak Guru di sini, sudah dua dekade lebih menggeluti dunia pemasaran yang seru dan dinamis. Salah satu hal paling krusial yang selalu saya tekankan? Branding. Ini bukan istilah sok keren di buku teks, tapi senjata pamungkas di dunia nyata, baik untuk perusahaan besar maupun untuk diri kalian sendiri saat terjun ke dunia kerja atau wirausaha nanti.

Bayangkan kalian jalan-jalan di mall. Lihat deretan toko. Tanpa baca nama, tanpa lihat produk dalamnya, pasti ada beberapa toko yang langsung "terasa" mahal, ada yang terasa ramah anak muda, ada yang terasa klasik dan mewah. Nah, feeling itulah yang dibangun oleh branding.

Apa sih Sebenarnya Branding itu? (Lebih Dalam dari Sekadar Logo!)

Singkatnya, branding adalah proses membangun persepsi, perasaan, dan hubungan emosional di benak orang tentang suatu produk, layanan, perusahaan, atau bahkan diri seseorang. It's about who you are, what you stand for, and why people should care.

  • Bukan Hanya Logo & Nama: Iya, logo, nama, warna, font itu bagian penting (disebut brand identity), tapi itu baru kulit luarnya. Seperti manusia, kulit dan baju itu pertama kali dilihat, tapi kepribadian, nilai-nilai, dan cara bersikap-lah yang bikin orang ingat dan suka.
  • Janji yang Ditepati: Branding adalah janji yang dibuat kepada pelanggan. Ketika kalian beli Indomie, janjinya adalah rasa enak, praktis, dan harga terjangkau. Ketika kalian pakai Apple, janjinya adalah inovasi, desain elegan, dan kemudahan penggunaan. Janji ini harus konsisten ditepati!
  • Pengalaman Menyeluruh: Branding mencakup segala interaksi yang dialami pelanggan dengan "brand" tersebut: dari iklan di TV, tampilan website, desain kemasan, cara customer service melayani, sampai ke postingan di Instagram. Semuanya membentuk persepsi.

Analoginya Gini: Warung Kopi vs Starbucks

  • Warung Kopi Langganan (Brand Sederhana tapi Kuat): Punya nama mungkin cuma "Kopi Pak Joko". Logonya? Mungkin cuma tulisan pakai spidol di papan. Tapi brand-nya kuat di hati pelanggan karena: rasa kopi yang khas dan konsisten, Pak Joko yang ramah selalu ingat nama pelanggan, harga terjangkau, suasana santai khas angkringan. Janjinya? Kopi enak, suasana akrab, harga bersahabat. Pelanggan setia datang karena pengalaman dan hubungan emosional ini.
  • Starbucks (Brand Global yang Massive): Logo-nya iconic (putri duyung), namanya dikenal global, desain tokonya khas. Janjinya? Bukan cuma kopi, tapi "Third Place" (tempat ketiga selain rumah dan kantur/sekolah) yang nyaman, konsisten di mana pun cabangnya, dengan pengalaman premium. Mereka jual lifestyle. Setiap elemen (mulai dari aroma, musik, desain gelas, sampai training barista) dirancang untuk memperkuat janji branding ini.

Kenapa Branding Itu Penting Banget? (Manfaatnya Luar Biasa!)

Bayangkan kalian punya usaha bakso. Enak sih baksonya. Tapi di kompleks itu ada 5 gerobak bakso lain yang juga enak. Gimana caranya biar orang memilih bakso kalian, rela antri, dan jadi pelanggan setia? Inilah kekuatan branding!

  1. Beda dari yang Lain (Differentiation): Di tengah banjirnya pilihan, branding bantu kalian menonjol. Apa keunikan bakso kalian? Kuahnya super gurih dari tulang sapi asli? Baksonya extra kenyal? Sambalnya yang bikin nagih? Atau mungkin gerobaknya yang lucu dan Instagramable? Branding bantu kalian "bersuara" di keramaian.
  2. Bikin Orang Ingat (Top of Mind Awareness): Ketika orang ngidam bakso enak, siapa yang pertama kali muncul di pikiran? Kalau branding kalian kuat, kemungkinan besar bakso kalianlah yang diingat pertama kali. "Ah, enakan ke Bakso 'Super Kenyal' itu deh!"
  3. Bangun Kepercayaan & Kredibilitas (Trust & Credibility): Brand yang konsisten dan menepati janji membangun kepercayaan. Orang percaya bahwa produk/layanan kalian berkualitas, layanan kalian bagus. Kepercayaan ini sangat berharga, apalagi di awal usaha atau saat mencari kerja.
  4. Boleh Jual Lebih Mahal (Price Premium): Kenapa iPhone harganya jauh lebih mahal dari hp spek sejenis? Karena kekuatan branding Apple! Orang rela bayar lebih untuk nilai, pengalaman, dan status yang diasosiasikan dengan brand tersebut. Branding kuat memungkinkan margin keuntungan lebih baik.
  5. Loyalitas Pelanggan (Customer Loyalty): Branding yang membangun hubungan emosional menciptakan pelanggan setia. Mereka bukan cuma beli sekali, tapi kembali lagi dan lagi, bahkan jadi "duta brand" yang merekomendasikan ke teman-temannya. Ini jauh lebih murah daripada cari pelanggan baru terus menerus.
  6. Mempermudah Perluasan Produk (Product Extensions): Kalau brand kalian sudah dipercaya di satu bidang, lebih mudah meluncurkan produk baru. Contoh: Indomie awalnya mie instan, sekarang orang juga percaya beli Indomie bumbu pecel, saus sambal, bahkan minyak goreng, karena kekuatan brand Indomie.

Personal Branding: "Jual" Diri Kamu dengan Bangga!

Nah, ini bagian yang sangat relevan buat kalian, siswa SMK! Personal Branding adalah cara kalian membangun citra dan reputasi diri kalian sendiri sebagai seorang profesional atau calon wirausaha. Di era digital dan persaingan ketat, punya nilai jual saja tidak cukup. Kalian harus bisa "menjual" diri kalian dengan baik.

Kenapa Personal Branding Penting untuk Kalian?

  • Saingan Ketat di Dunia Kerja/Wirausaha: Lulusan SMK banyak, bagaimana caranya biar kalian yang dipilih?
  • Bangun Kredibilitas Sejak Dini: Tunjukkan keahlian dan passion kalian sebelum lulus.
  • Membuka Pintu Kesempatan: Orang akan lebih mudah mengingat dan merekomendasikan kalian.
  • Menarik Klien/Investor (jika berwirausaha): Mereka percaya pada orangnya, bukan hanya idenya.

Tips Membangun Personal Branding yang Otentik dan Kuat:

  1. Kenali Diri Sendiri (Self-Discovery): Ini dasar banget!
    • Apa Kelebihan & Keahlian (Strengths & Skills) kamu? Jago desain grafis? Pintar analisa angka? Fasih bahasa Inggris? Jago ngobrol dan negosiasi? Hands-on di mesin? List semua!
    • Apa Passion & Minat (Passions & Interests) kamu? Bidang apa yang bikin kamu semangat? Otomotif? Kuliner? Fashion? Teknologi?
    • Apa Nilai-Nilai (Values) yang kamu pegang teguh? Jujur? Kreatif? Disiplin? Kolaboratif? Solutif?
    • Siapa Target Audiens (Target Audience) kamu? Mau dikenal sebagai apa dan oleh siapa? Rekruter di industri otomotif? Calon klien usaha catering? Komunitas desainer?
  2. Tentukan Positioning & Unique Value Proposition (UVP):
    • Positioning: Mau dikenal sebagai "apa"? Misal: "The Creative Problem-Solver in Graphic Design", "The Detail-Oriented Future Accountant", "The Automotive Tech Guru with Hands-On Experience".
    • UVP: Apa nilai unik yang hanya kamu tawarkan? Gabungkan keahlian, passion, dan kepribadian. Contoh: "Desainer grafis yang tidak hanya kreatif tapi juga sangat mengerti kebutuhan marketing dan bisa menyelesaikan proyek tepat waktu" atau "Calon mekanik berpengalaman praktik langsung yang sangat teliti dan komunikatif".
  3. Bangun Online Presence yang Profesional & Konsisten:
    • LinkedIn: WAJIB! Lengkapi profil dengan foto profesional, headline yang jelas (sesuai positioning), ringkasan menarik, cantumkan pengalaman (PKL, organisasi, proyek), keahlian, dan prestasi. Aktif berinteraksi (like, comment yang bermutu), bagikan konten relevan.
    • Portfolio Online: Buat website sederhana (bisa pakai Canva, Wix, WordPress) atau akun Behance/Dribbble (untuk desain) untuk menampilkan karya terbaik kalian. Kualitas lebih penting daripada kuantitas!
    • Instagram/TikTok: Bisa digunakan secara profesional. Misal, kalian jurusan Tata Boga, share proses masak, tips, hasil kreasi. Jurusan Teknik Komputer? Share tips troubleshooting, review hardware. Tetap profesional dan sesuai dengan positioning. Kontrol konten pribadi (gunakan fitur private jika perlu).
    • Konsistensi Nama & Gambar: Gunakan nama yang sama (atau varian dekat) dan foto profil serupa di semua platform profesional.
  4. Networking yang Bermakna:
    • Jangan Hanya Online: Ikut workshop, seminar, pameran industri yang relevan. Berani perkenalkan diri.
    • Bangun Relasi, Bukan Cuma Koneksi: Tulus membantu, tawarkan bantuan (sesuai kemampuan), jaga komunikasi. Ingat, networking dua arah.
    • Gunakan Guru & Alumni: Guru dan alumni SMK adalah jaringan berharga. Jangan minta kerja langsung, tapi tanya saran, informasi industri.
  5. Tunjukkan Keahlian & Berbagi Ilmu (Content is King!):
    • Buat Konten Bermutu: Tulis postingan LinkedIn singkat tentang tips di bidangmu, buat video TikTok tutorial singkat, bagikan insight dari pelajaran/PKL di grup Facebook. Tunjukkan keahlianmu!
    • Jadi Problem Solver: Aktif di forum online (misal grup FB terkait industri), bantu jawab pertanyaan orang lain berdasarkan pengetahuanmu. Ini membangun kredibilitas.
    • Publikasikan Karya: Proyek sekolah/PKL yang bagus? Pamerkan di portfolio online dan LinkedIn.
  6. Jaga Reputasi & Etika:
    • Selalu Jujur & Bertanggung Jawab: Jangan melebih-lebihkan keahlian. Tepati janji.
    • Profesionalisme Online: Berpikir dua kali sebelum posting. Hindari debat kusir, konten negatif, atau keluhan berlebihan di platform publik. Gunakan bahasa yang baik dan sopan.
    • Hargai Orang Lain: Berterima kasih, apresiasi orang lain, akui sumber inspirasi.
  7. Authenticity is Key (Jadilah Diri Sendiri): Personal branding terkuat datang dari keaslian. Jangan mencoba menjadi orang lain. Kemas keunikan dan kepribadianmu dalam kemasan profesional.

Action Plan Personal Branding untuk Siswa SMK:

Langkah

Contoh Kegiatan

Platform Utama

Self-Discovery

Buat list keahlian, minat, nilai. Tanyakan pendapat guru/teman.

Catatan pribadi, diskusi

Positioning

Tentukan 1 kalimat: "Saya adalah [Peran] yang ahli di [Keahlian] dengan [Ciri Khas]"

LinkedIn Headline

Portfolio

Kumpulkan 3-5 karya/proyek terbaik (dari sekolah/PKL). Buat tampilan menarik.

Website/Behance/Canva

LinkedIn

Lengkapi profil 100%, foto profesional, headline jelas, deskripsi menarik.

LinkedIn

Konten

Posting 1x/minggu di LinkedIn: tips singkat, refleksi belajar, apresiasi guru.

LinkedIn (utamakan), Instagram

Networking

Ikut 1 webinar/workshop per bulan, connect dengan 2 alumni/praktisi di LinkedIn.

LinkedIn, Event Offline

Contoh Branding Super Kuat & Analisisnya (Apa Rahasia Mereka?)

Mari kita belajar dari yang terbaik! Berikut 5 contoh brand dengan branding luar biasa kuat:

  1. Apple: Simplicity, Innovation, Premium Experience
    • Positioning: Pemimpin inovasi dengan desain minimalis dan user experience premium.
    • Konsistensi: Desain produk (dari iPhone ke Mac), toko fisik (Apple Store), website, iklan – semua bernapaskan minimalis, elegan, dan fokus pada kemudahan penggunaan. Logo apel yang "digigit" iconic.
    • Emotional Connection: Apple bukan cuma jual gadget, tapi jual aspirasi. Pengguna Apple merasa menjadi bagian dari komunitas yang kreatif, inovatif, dan sedikit eksklusif ("Think Different").
    • Janji Brand: Produk inovatif, desain terbaik, pengalaman pengguna sempurna, integrasi ekosistem. Mereka (umumnya) berhasil menepati janji ini.
    • Diferensiasi: Desain dan user experience menjadi pembeda utama, bukan hanya spesifikasi teknis. Kemasan produk pun jadi pengalaman unboxing yang memorable.
    • Yang Bisa Ditiru: Pentingnya konsistensi visual dan pengalaman. Menciptakan ekosistem yang membuat pelanggan betah. Membangun komunitas.
  2. Nike: Empowerment, Performance, "Just Do It"
    • Positioning: Lebih dari sepatu olahraga; simbol semangat juang, pencapaian, dan kebebasan ("Just Do It").
    • Konsistensi: Slogan "Just Do It" yang legendaris dan bertahan puluhan tahun. Logo "Swoosh" yang sangat mudah dikenali. Iklan-iklan yang selalu inspiratif, menampilkan atlet dari berbagai level (bintang top sampai atlet biasa) yang berjuang mengatasi batas.
    • Emotional Connection: Sangat kuat! Nike berhasil menyentuh sisi motivasi dan impian semua orang. Mereka menjual keyakinan bahwa siapapun bisa menjadi lebih baik, lebih kuat. Bukan hanya untuk atlet elit.
    • Janji Brand: Memberikan produk performa tinggi untuk membantu atlet (dalam arti luas) meraih potensi terbaiknya. Menjadi sumber motivasi.
    • Diferensiasi: Fokus pada inspirasi dan empowerment, bukan hanya fitur produk. Storytelling yang sangat powerful.
    • Yang Bisa Ditiru: Kekuatan storytelling yang membangkitkan emosi. Membangun brand yang menjadi simbol nilai-nilai universal (semangat juang, empowerment). Slogan yang kuat dan konsisten.
  3. Indomie: Kehangatan Keluarga, Rasa Legendaris, Affordability
    • Positioning: Mie instan lezat, terjangkau, yang menyatukan keluarga dan menjadi bagian kenangan semua orang Indonesia.
    • Konsistensi: Rasa yang konsisten selama puluhan tahun (Spesial Sambal Rica-Rica, Ayam Bawang, dll). Kemasan dengan warna dan font khas yang mudah dikenali. Iklan yang selalu menampilkan kehangatan keluarga dan kebersamaan, seringkali dalam momen sederhana tapi bermakna.
    • Emotional Connection: Sangat dalam! Indomie melekat dengan nostalgia, kenangan masa kecil, kebersamaan keluarga, bahkan menjadi "solusi" saat lapar tengah malam atau mahasiswa ngekos. "Indomie Seleraku!" bukan sekadar slogan, tapi pernyataan identitas.
    • Janji Brand: Mie instan enak, praktis, terjangkau, selalu ada untuk menemani setiap momen. Mereka konsisten memenuhi janji rasa dan aksesibilitasnya.
    • Diferensiasi: Keakraban dan kedekatan emosional yang tak tertandingi. Menjadi bagian dari budaya populer Indonesia. Varian rasa yang sangat banyak tapi tetap terjaga kualitas utamanya.
    • Yang Bisa Ditiru: Membangun ikatan emosional yang kuat dengan budaya lokal. Konsistensi produk inti sangat penting. Menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari pelanggan.
  4. Gojek: Super App, Solusi Keseharian, Pemberdayaan
    • Positioning: Aplikasi super yang menyelesaikan berbagai masalah keseharian (transportasi, makanan, belanja, pembayaran, dll) sekaligus memberdayakan mitra driver dan UMKM.
    • Konsistensi: Warna hijau neon yang khas dan mudah dikenali. Pengalaman aplikasi yang relatif mudah digunakan untuk berbagai layanan. Kampanye yang seringkali menonjolkan kepedulian sosial dan pemberdayaan (misal: Gojek untuk Bangsa, dukungan ke UMKM).
    • Emotional Connection: Menjadi simbol kemudahan dan efisiensi di tengah kesibukan kota. Juga membangun kebanggaan sebagai produk dalam negeri yang sukses dan memberdayakan banyak orang (mitra driver, merchant UMKM).
    • Janji Brand: Membuat hidup lebih mudah dan bermanfaat bagi semua (konsumen, mitra driver, mitra merchant).
    • Diferensiasi: Konsep "Super App" pertama dan terbesar di Indonesia yang mengintegrasikan banyak layanan dalam satu platform. Fokus kuat pada ekosistem dan pemberdayaan.
    • Yang Bisa Ditiru: Inovasi dalam menciptakan solusi menyeluruh. Membangun ekosistem yang saling menguntungkan (multi-sided platform). Membangun citra brand yang nasionalis dan memberdayakan.
  5. Tupperware: Kualitas, Keawetan, Komunitas (Party Selling)
    • Positioning: Wadah penyimpanan makanan premium dengan kualitas tinggi, garansi seumur hidup, dan pengalaman belanja sosial melalui "Tupperware Party".
    • Konsistensi: Produk dengan kualitas bahan dan ketahanan yang sangat terjaga (dijamin!). Logo dan desain produk yang klasik. Pengalaman belanja unik melalui party yang interaktif dan sosial.
    • Emotional Connection: Membangun rasa percaya atas kualitas produk ("Tupperware mahal tapi awet seumur hidup"). Party-nya menciptakan ikatan sosial dan pengalaman berbelanja yang menyenangkan, terutama di masa lalu. Pemberdayaan perempuan sebagai sales independen.
    • Janji Brand: Wadah penyimpanan terbaik yang aman, awet, dan menjaga kesegaran makanan. Garansi yang luar biasa.
    • Diferensiasi: Model penjualan langsung melalui party yang membangun komunitas. Garansi seumur hidup yang menjadi legenda. Kualitas produk yang menjadi standar emas.
    • Yang Bisa Ditiru: Kekuatan garansi dan janji kualitas yang nyata. Membangun model penjualan yang unik dan berbasis komunitas. Menciptakan produk yang benar-benar menjadi benchmark di kategorinya.

Kesimpulan: Branding adalah Investasi Jangka Panjang

Baik untuk sebuah perusahaan besar seperti Apple, maupun untuk diri kalian sendiri sebagai siswa SMK, branding adalah tentang membangun reputasi dan hubungan yang berarti. Butuh waktu, konsistensi, dan kesungguhan.

  • Untuk Produk/Bisnis: Tentukan siapa dirimu, apa janjimu, dan tepati janji itu di setiap kesempatan. Bangun pengalaman yang berkesan dan emosional.
  • Untuk Diri Kalian (Personal Branding): Mulailah sekarang! Kenali kelebihanmu, tentukan bagaimana kamu ingin dikenal, bangun portfoliomu, hadir secara profesional online dan offline, tunjukkan keahlianmu, dan jalin relasi yang bermakna. Jadilah versi terbaik dan paling otentik dari dirimu sendiri.

Membangun branding yang kuat itu seperti menanam pohon. Butuh kesabaran, perawatan, dan konsistensi. Tapi hasilnya, akarnya akan dalam dan buahnya manis: kepercayaan, loyalitas, dan kesuksesan berkelanjutan.

Tugas Kecil Buat Kalian:

  1. Coba analisis brand favorit kalian! Apa positioning-nya? Apa yang bikin kalian suka (emotional connection)? Apakah mereka konsisten?
  2. Mulai evaluasi personal brandingmu sekarang. Bagaimana profil media sosialmu? Punya portofolio karya? Apa yang muncul di Google ketika namamu dicari?

Semangat membangun "jiwa" bisnis dan diri kalian yang unik dan kuat! Kalau ada pertanyaan, tulis di kolom komentar ya! Salam sukses!**

Guru Pemasarmu yang Selalu Semangat

Pak Daulay 

STRATEGI PENENTUAN HARGA

STRATEGI PENENTUAN HARGA


Pertanyaan Pemantik

Perhatikan tayangan video di bawah ini:


Berdasarkan tayangan di atas, jawablah pertanyaan berikut:

Pengertian Strategi Harga 

Harga merupakan salah satu unsur bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan dan unsur-unsur lainnya yang memerlukan biaya. Harga adalah unsur program pemasaran yang paling mudah disesuaikan berdasarkan karakteristik produk, saluran distribusi dan promosi. Harga juga mempresentasikan posisi nilai oleh perusahaan kepada pasar tentang produk atau merknya. Harga juga merupakan aspek penting dalam kegiatan marketing mix, mengingat harga sebagai penentu laku tidaknya suatu produk. Kesalahan dalam menentukan harga akan berakibat fatal terhadap produk yang ditawarkan.   

Tujuan Penentuan Harga 

  1. Untuk Bertahan Hidup. Penentuan harga dimaksudkan agar produk atau jasa yang ditawarkan tetap eksis di pasar. 
  2. Untuk Memaksimalkan Laba. Penentuan harga dimaksudkan untuk meningkatkan penjualan sehingga keuntungan yang didapatkan juga meningkat.  
  3. Untuk Memperbesar Market Share. Harga yang murah diharapkan dapat meningkatkan jumlah pelanggan dan mengalihkan perhatian pelanggan pesaing. 
  4. Mutu Produk.  Harga dapat memproyeksikan mutu dan kualitas suatu produk. 
  5. Karena Pesaing, Penentuan harga yang ditawarkan disarankan tidak melebihi harga pesaing. 
Bank atau lembaga keuangan harus memperhatikan banyak faktor dalam menentukan kebijakan penetapan harganya. Berikut ada enam prosedur dalam menentukan kebijakan penetapan harga, yaitu memilih tujuan penetapan harga, menentukan permintaan, memperkirakan biaya, menganalisa biaya, harga dan tawaran pesaing, memilih metode penetapan harga, serta memilih harga akhir.

Metode Penentuan Harga 

Bank Penentuan harga dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang sesuai dengan tujuan perusahaan. Berikut metode-metode yaang digunakan dalam menetapkan harga.
  1. Penentuan Harga Berdasarkan Pelanggan. Harga dibedakan berdasarkan jenis nasabah utama (primer) atau nasabah biasa (sekunder). 
  2. Penentuan Harga Berdasarkan Bentuk Produk.  Harga ditentukan berdasarkan bentuk produk atau kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh suatu produk, misalnya untuk kartu kredit ada master card dan ada visa card. 
  3. Penentuan Harga Berdasarkan Tempat.   Harga yang ditentukan berdasarkan lokasi cabang bank di mana produk atau jasa ditawarkan. 
  4. Penentuan Harga Berdasarkan Waktu.  Harga yang ditentukan berdasarkan periode atau masa tertentu dapat berupa jam, hari, minguan, atau bulanan. 
Penetapan harga untuk produk baru sebagai berikut: 
  1. Market Skimming Pricing. Harga awal produk ditetapkan dengan nilai setinggi-tingginya untuk menunjukkan kualitas produk yang baik. 
  2. Market Penetration Pricing. Harga ditetapkan serendah mungkin untuk menguasai pasar.

Strategi Penetapan Harga 

Penetapan harga barang atau jasa merupakan suatu strategi yang paling penting bagi perusahaan untuk menghadapi sengitnya persaingan dan rendahnya pertumbuhan penjualan di pasar. Selain itu penentuan harga juga bertujuan untuk memantapkan posisi perusahaan di pasar dan memanfaatkan peluang. Harga berpengaruh terhadap kinerja keuangan dan persepsi pembeli dalam memilih suatu produk. Harga menjadi suatu ukuran tentang kualitas produk apabila pelanggan sulit mengevaluasi produk-produk yang kompleks. Masalah penetapan harga ini, tertuang dalam UULPM Pasal 5 dan PUTS, yaitu sebagai berikut:
  1. Pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pelaku usaha pesaingnya untuk menetapkan harga atas suatu barang dan atau jasa yang harus dibayar oleh konsumen atau pelanggan pada dasar bersangkutan yang sama. 
  2. Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 tidak berlaku bagi: a. Suatu prjanjian yang dibuat dalam suatu usaha patungan atau, b. suatu perjanjian yang didasarkan undang-undang yang berlaku. 

Pemasaran Bank 

Pemasaran merupakan salah satu kegiatan dalam perekonomian dan membantu menciptakan nilai ekonomi. Sedangkan nilai ekonomi akan menentukan harga barang dan jasa bagi konsumen. Bank yang memberikan layanan jasa keuangan juga memerlukan strategi pemasaran dalam pemasaran jasanya. Perkembangan teknologi berkorelasi positif dengan perkembangan dunia perbankan. Proses pelayanan nasabah pun menjadi lebih efisien. Contohnya saat ini mentrasfer uang sangat mudah dilakukan dengan sistem online komputer, padahal sebelumnya untuk mengirim uang dari satu bank ke bank lainnya memerlukan waktu berhari-hari. Di sisi lain, saat ini melakukan penarikan uang tidak perlu dilakukan ke bank tapi cukup menggunakan mesin ATM. Dalam memasarkan jasanya, bank menempuh cara-cara dibawah ini untuk mencapai sasarannya: 
  1. Penciptaan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan nasabahnya. 
  2. Pemberian nilai lebih terhadap produk yang ditawarkan. 
  3. Penciptaan produk yang memberikan keuntungan dan keamanan terhadap produknya.
  4. Pemberian informasi yang sangat dibutuhkan nasabah dalam hal keuangan. 
  5. Pemberian layanan yang maksimal mulai dari calon nasabah menjadi nasabah. 
  6. Melakukan promosi guna menarik minat konsumen untuk menjadi nasabah bank. 
  7. Mempertahankan nasabah yang lama dan berusaha mencari nasabah yang baru dengan melihat kuantitas dan kualitasnya. 
Setiap usaha, baik yang bersifat profit atau sosial membutuhkan kegiatan pemasaran. Pemasaran penting dilakukan dengan tujuan memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap suatu produk atau jasa. Pemasaran juga dilakukan untuk menghadapi peningkatan jumlah pesaing yang semakin bertambah seiring berjalannya waktu. 

Metode dan Strategi untuk Menentukan Harga Jual

Seiring berjalannya waktu, menentukan harga jual suatu produk akan semakin memiliki banyak pertimbangan. Kali ini Cakap akan mengajak kamu berkenalan dengan 12 metode dan strategi untuk menentukan harga jual yang bisa kamu pertimbangkan. 

1. Penetration Pricing 

Merupakan strategi di mana pelaku bisnis menetapkan harga yang jauh lebih mudah dari kompetitor untuk menarik pelanggan dan membangun reputasi. Seperti namanya, metode ini biasa digunakan ketika bisnismu baru memasuki pasar. 

2. Skimming Pricing

Biasa digunakan untuk produk berbau teknologi yang baru atau produk “kekinian” dan musiman. Strategi ini dimulai dengan menerapkan harga tinggi pada awal kemunculan produk dan kemudian menurunkan harganya secara perlahan ketika produk sudah tidak relevan. 

3. High-Low Pricing

Mirip dengan Skimming, tetapi penurunan harga dalam High-Low Pricing dilakukan secara drastis, bukan perlahan. High-low Pricing biasanya digunakan untuk produk musiman, yang ketika musimnya berlalu, penjual banting harga dengan memberi diskon besar-besaran. 

4. Premium Pricing

Premium Pricing dilakukan dengan menetapkan harga yang lebih tinggi dari pasaran untuk membangun kesan eksklusif. Bisa digunakan untuk produk fashion dan teknologi yang memang menawarkan kualitas dan pelayanan lebih untuk target market yang menyukai hal tersebut. 

5. Psychological Pricing

Metode ini menggunakan trik yang mempermainkan psikologi pembeli dengan mengubah harga, kemasan, atau penempatan produk. Misalnya dengan menuliskan harga senilai Rp999.000 alih-alih Rp1.000.000 atau “diskon 50% untuk pembelian produk kedua”. 

6. Bundle Pricing

Bundle Pricing adalah cara menentukan harga dengan menawarkan paket pembelian yang berisi dua atau lebih produk dalam satu harga. Hal ini dilakukan untuk membuat pembeli membeli lebih banyak produk atau menambah pembelian mereka. Toko ritel dan restoran termasuk yang sering menggunakan strategi ini. 

7. Competitive Pricing

Menentukan harga dengan cara ini cocok digunakan di e-commerce di mana pembeli dengan mudah membandingkan harga suatu produk. Competitive Pricing dilakukan dengan mempertimbangkan kompetitor dan harga pasar, di mana menjual sedikit di bawah harga pasar mungkin akan menarik pelanggan. 

8. Cost-plus Pricing

Cost-plus Pricing adalah cara menentukan harga produk dengan menjumlahkan modal dan dengan persentase tertentu. Metode ini terbilang “basic” karena termasuk dalam rumus dasar menentukan harga jual tanpa mempertimbangkan faktor-faktor eksternal. 

9. Dynamic Pricing

Penetapan harga dengan Dynamic Pricing adalah menyesuaikan permintaan pasar dalam menentukan harga. Industri yang menggunakan strategi ini di antaranya perhotelan dan penerbangan yang menetapkan harga berbeda setiap hari untuk memaksimalkan keuntungan. 

10. Economy Pricing

Economy Pricing dilakukan dengan menetapkan harga ekonomis secara konsisten dengan tujuan menghasilkan keuntungan dari volume penjualan yang tinggi. Strategi ini biasa dilakukan oleh sektor barang komoditas yang biaya produksinya rendah. 

11. Freemium Pricing

Pernahkah kamu men-download suatu aplikasi secara gratis namun kemudian ditawarkan berlangganan untuk mengakses lebih banyak fitur? Strategi inilah yang dilakukan dalam Freemium Pricing, di mana pelanggan yang merasa produknya bermanfaat akan tertarik untuk membayar. 

12. Loss-leader Pricing

Strategi menetapkan harga rendah untuk produk-produk tertentu untuk membuat pelanggan membeli produk tersebut meskipun awalnya tidak berencana membeli. Supermarket sering menggunakan cara ini untuk menarik lebih banyak pelanggan pada hari tertentu. 

Soal Diskusi


Contoh Kasus Cara Menentukan Harga Jual

Apakah penjelasan mengenai cara menghitung harga jual dan cara menentukan harga jual di atas sudah memberimu pencerahan? Kali ini kita akan lebih lanjut membahas cara menghitung harga jual untuk beberapa contoh kasus. 

1. Cara menentukan harga jual makanan

Metode atau strategi menentukan harga jual produk makanan yang bisa kamu lakukan antara lain adalah dengan Bundle Pricing dan Psychological Pricing. Contoh:

Sebuah toko menawarkan berbagai pilihan makanan dan minuman ringan dan akan menerapkan Bundle Pricing dengan memaketkan minuman A dan makanan B. 

Harga Makanan A Rp20.000 dengan modal Rp15.000 (keuntungan Rp5.000)
Harga makanan B Rp25.000 dengan modal Rp18.000 (keuntungan Rp7.000)
Total modal untuk minuman A dan makanan B = Rp33.000

Total keuntungan jika dijual terpisah = Rp12.000

Dengan strategi Bundle Pricing, kamu bisa mencoba menurunkan harga jual dengan maksud agar pembeli tertarik membeli kedua produk ini sekaligus. Misalnya dengan menetapkan harga jual paketnya Rp42.500 atau lebih mudah Rp2.500 dibandingkan menjualnya terpisah. 

Keuntunganmu mungkin berkurang dari Rp12.000 menjadi Rp9.500, namun diharapkan dengan cara ini akan lebih banyak pelanggan yang membeli keduanya sekaligus. Akan lebih baik jika kamu memaketkan minuman best seller dengan makanan best seller agar semakin menarik. 

2. Cara menentukan harga jual barang online dengan ongkir

Berjualan secara online tentunya membuatmu memiliki variabel baru yang perlu dipertimbangkan secara keseluruhan. Salah satu yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan harga akhir adalah ongkos kirim. 

Dalam sistem penjualan dan penentuan harga yang sederhana, ongkir akan dibebankan kepada pembeli. Kamu hanya perlu menambahkannya dengan harga jual akhir produkmu. Contoh: 

Sebuah toko pakaian menjual sebuah atasan wanita seharga Rp100.000 dan akan mengirimkannya ke luar kota dengan biaya ekspedisi Rp10.000. 

Harga akhir = harga produk + ongkos kirim

= Rp100.000 + Rp10.000

= Rp110.000

3. Cara menentukan harga jual barang online

Berjualan secara online, kamu tentunya memiliki hal lain untuk dipertimbangkan dalam menentukan harga jual. Misalnya biaya administrasi untuk platform dan biaya iklan untuk promosi secara digital. Jika demikian, kamu perlu memasukkannya ke dalam biaya atau modal dalam rumus menentukan harga jual. Contoh:

Mita memiliki toko online di platform e-commerce di mana setiap transaksi penjual dikenakan biaya 1% dari harga setiap produknya. Minggu ini Mita meluncurkan produk baru yang modalnya Rp80.000 per produk sebanyak 100 buah. Agar penjualannya efektif, Mita memutuskan untuk beriklan di platform dengan biaya Rp100.000 untuk satu bulan. 

Harga jual = biaya + margin keuntungan yang diharapkan

Biaya yang dikeluarkan Mita untuk satu produk:

Harga beli produk: Rp80.000
Biaya promosi: Rp100.000/100 buah = Rp1.000/buah
Biaya platform: belum diketahui 

Total biaya sementara per buah = harga beli produk + biaya promosi
= Rp80.000 + Rp1.000
= Rp81.000

Dengan ini Mita sudah dapat menentukan harga jual dengan menjumlahkan biaya sementara di atas dengan keuntungan kotor yang diinginkan. Misalnya, mita menetapkan keuntungan keuntungan kotor Rp15.000 untuk setiap produknya. 

Harga jual sementara = biaya total sementara + keuntungan yang diharapkan
= Rp81.000 + Rp15.000
= Rp 96.000

Sampai di sini dapat dicari biaya platform secara kasar yaitu 1% x Rp96.000 = Rp960

Jika Mita menjual produk seharga Rp96.000, maka biaya platform akan dikurangi dari keuntungan kasarnya. 

Dalam situasi ini lah strategi menentukan harga barang diperlukan. Katakanlah Mita menggunakan strategi Competitive Pricing, dengan demikian Mita bisa mempertimbangkan hal berikut:

  1. Menaikkan harga akhir dengan pertimbangan kompetitor dengan produk serupa serta reputasi toko. Pelanggan tentunya lebih tertarik dengan harga yang lebih murah atau reputasi toko yang lebih baik. 
  2. Menurunkan harga sedikit di bawah kompetitor agar produk lebih bersaing dengan pertimbangan keuntungan yang didapat mungkin berkurang.

4. Cara menentukan harga jual produk bagi reseller

Jika kamu adalah seorang reseller, tidak banyak hal yang perlu kamu pertimbangkan dalam menentukan harga jual. Hal ini karena kamu telah membeli satu produk utuh tanpa biaya produksi, sehingga kamu hanya perlu menetapkan keuntungan yang ingin kamu dapatkan. 

Meski demikian, kamu tetap harus menggunakan strategi dengan mempertimbangkan daya beli, harga produk di pasaran, kompetitor, dan lain-lain.

Misalnya kamu ingin menjadi reseller produk hijab yang kamu beli seharga Rp18.000. Jika kamu menetapkan keuntungan kotor Rp5.000, kamu bisa menjualnya dengan harga Rp23.000. Jika harga pasaran jilbab tersebut ternyata Rp22.000, maka berarti kamu tidak bisa mendapatkan keuntungan sebanyak yang diinginkan. 

Strategi yang bisa kamu terapkan adalah dengan mencari supplier lain yang menawarkan harga lebih murah sehingga keuntungan bisa dimaksimalkan. 

Nah, demikianlah penjelasan mengenai cara menghitung harga jual, beberapa strateginya, serta contoh kasus. Semoga bisa memberimu bisa membantu bagi kamu yang saat ini sedang memperjuangkan bisnis atau usaha milik sendiri. 

Soal Studi Kasus



CONTOH PERHITUNGAN HARGA JUAL DAN BREAK EVENT POINT


 REKAP TUGAS STRATEGI PEENTUAN HARGA


Apakah Anda Sudah Paham Majamenen Pergudangan? Yuk, Cari Tahu Jawabannya!

Manajemen Pergudangan



Mulai Dari Diri

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mampu mengaktifkan pengetahuan awal (prior knowledge) tentang manajemen pergudangan dan prosedur aktivitas pergudangan. 

Pertanyaan Pemantik:

Sebelum kita membahas apa itu pergudangan, maka Ananda diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

Terima kasih Saya sampaikan kepada Ananda yang telah berpartisipasi aktif dalam menjawab pertanyaan di atas.


Eksplorasi Konsep


Tujuan Pembelajaran:

  1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian gudang dengat tepat
  2. Peserta didik dapat menjelaskan unsur-unsur gudang dengat tepat
  3. Peserta didik dapat menjelaskan fungsi gudang dengat tepat

Kegiatan Pemantik

Gudang merupakan salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam gudang, dan memisahkan gudang dari perdagangan. Gudang sendiri diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu gudang tradisional dan gudang modern. 

Gambar sebuah gudang 

Gudang tradisional adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar. Sedangkan gudang modern adalah tidak banyak berbeda dari gudang tradisional, namun gudang jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga.

Bacalah kutipan di atas dan renungkan, apa peran Ananda saat ini sebagai siswa di abad 21 ini?. Serta bagaimana pentingnya peran Ananda dalam sebuah gudang khususnya gudang yang ada di Sekolah/tempat yang lain. Mengapa memahami gudanga begitu penting dan semakin diperlukan dalam dunia yang semakin beragam. Hal ini tentunya berkaitan dengan peran Ananda yang begitu besar dalam membesarkan gudang sekolah/tempat yang lain dalam hal ini kantin. Oleh karena itu, Ananda harus memahami apa itu gudang. Silahkan ceritakan pemikiran Ananda pada form di bawah ini dengan ketentuan:

  1. Minimal 2 paragraf dan 1 paragraf minimal 5 kalimat.
  2. Cerita harus menjawab semua pertanyaan di atas.
  3. Tidak dibenarkan menggunakan AI


Materi


Pengertian Gudang

Gudang dikenal sebagai tempat jual beli barang dengan jumlah penjual lebih dari satu, misalnya gudang tradisional, pusat perbelanjaan, pertokoan, mall, plaza, dan sebutan lainnya.Menurut kajian ilmu ekonomi, gudang merupakan suatu tempat terjadinya interaksi antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang atau jasa tertentu. Proses interaksi tersebut dapat menetapkan harga keseimbangan (harga gudang) dan jumlah yang diperdagangkan.

Jika dilihat dari sudut pandang pemasaran, gudang dapat dimaknai sebagai orang-orang ataupun organisasi yang mempunyai kebutuhan akan produk dan mereka memiliki daya beli yang cukup guna memenuhi kebutuhan tersebut.

Menurut pendapat umum, gudang adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli barang dan jasa. Jadi, secara sederhana, dapat dikatakan bahwa pembeli dan penjual harus bertemu secara langsung di tempat yang dinamakan gudang.

Namun, di zaman serba daring seperti sekarang ini, tempat bertemunya penjual dan pembeli tidak harus secara langsung. Transaksi jual beli tetap dapat mereka lakukan melalui media telepon ataupun internet. namun juga bisa dilakukan melalui media internet yang disebut dengan marketplace.

              Penjual dan pembeli sedang melakukan transaksi di market place

Dengan demikian, pengertian gudang dalam artian luas adalah salah satu dari berbagai sistem, prosedur, hubungan sosial, dan tempat usaha menjual barang, jasa, serta tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan imbalan uang. Uang yang digunakan untuk transaksi jual beli tersebut dapat berupa uang kartal, uang giral, kartu kredit, kartu debit, PayPal, dan berbagai macam dompet virtual seperti Ovo, GoPay, dan lain-lain.

Carilah pengertian gudang menurut para ahli minimal 5 pengertian. Dari 5 pendapat para ahli tersebut, pendapat siapa yang Ananda dukung, beri penjelasannya dan tuliskan pada form di bawah ini:

Unsur-unsur Gudang

a.     Penjual

Penjual adalah individu atau perusahaan yang menjual produk ataupun jasanya tersebut kepada konsumen. Prinsip penjual adalah berusaha untuk memenuhi selera pembeli dengan berbagai macam iklan dan promosi untuk mendapatkan keuntungan dari kegiatan tersebut.

b.     Pembeli

Pembeli adalah individu ataupun perusahaan yang membeli produk tertentu untuk digunakan sendiri atau diproses kembali. Prinsip pembeli adalah mendapatkan produk dengan mutu/kualitas terbaik, serta memiliki harga seminim mungkin.

c.      Produk

Produk adalah segala sesuatu, baik berupa barang maupun jasa, yang ditawarkan penjual pada sebuah gudang untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen.

d.     Transaksi Jual Beli

Transaksi jual beli adalah transaksi yang dilakukan oleh penjual yang menawarkan barang ataupun jasa kepada pembeli yang telah disepakati dengan harga tertentu. Transaksi jual beli diakhiri dengan proses perpindahan kepemilikan barang dari penjual kepada pembeli.

Menurut pendapat Ananda, apakah unsur-unsur gudang di atas saling melengkapi dan  berhubungan antara satu unsur dengan unsur yang lainnya? Tuliskan pendapat Ananda pada form di bawah ini.

Fungsi Gudang

a. Fungsi Penetapan Harga/Nilai

Gudang merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli yang saling bertransaksi dan membuat kesepakatan harga atas produk yang diperjualbelikan. Dalam kegiatan bertransaksi yang terjadi di gudang, harga suatu produk dapat berubah-ubah sesuai dengan kesepakatan penjual dan pembeli ataupun berdasarkan kondisi gudang saat transaksi terjadi.

b. Fungsi Distribusi Produk

Distribusi produk merupakan suatu aktivitas penyaluran barang yang diproduksi oleh produsen kepada konsumen. Pihak yang melakukan kegiatan distribusi dikenal dengan istilah distributor. Dalam kegiatan distribusi, gudang berperan sebagai distributor yang mempermudah produsen mendistribusikan barang secara langsung ke konsumen.

c. Fungsi Promosi

Gudang merupakan tempat berkumpulnya para konsumen atau pembeli. Dengan demikian, gudang merupakan tempat yang tepat bagi produsen untuk mempromosikan atau memperkenalkan produk-produknya secara langsung kepada konsumen. Kegiatan promosi yang dilakukan di gudang juga lebih efektif karena ditujukan langsung kepada sasaran produsen.

d. Fungsi Penyerapan Tenaga Kerja

Dalam operasionalnya sehari-hari, gudang melibatkan banyak pihak, mulai dari tukang sapu, petugas keamanan, hingga tenaga-tenaga profesional. Oleh karena itu, gudang juga berfungsi sebagai tempat penyerapan tenaga kerja.

e. Menyediakan Kebutuhan di Masa Mendatang

Gudang merupakan tempat bagi konsumen untuk memperoleh berbagai kebutuhan hidupnya. Kebutuhan hidup konsumen tidak hanya berlaku di masa kini, tetapi juga di masa depan. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen di masa depan, gudang berperan sebagai fasilitator yang dapat mengelola tabungan dan investasi. Gudang yang demikian dapat ditemukan dalam bentuk gudang modal.

Berdasarkan fungsi gudang di atas, fungsi manakah yang pernah Ananda alami (lakukan). Tuliskan penjelasan Ananda pada form di bawah ini.

Jenis-jenis Gudang

Untuk memuaskan keinginan dan memenuhi kebutuhan hidupnya, konsumen memerlukan berbagai macam produk, baik barang maupun jasa, seperti bahan pangan, air, pakaian, perumahan, layanan kesehatan, dan layanan pendidikan. Dengan demikian, hendaknya produsen mengenal potensi gudang yang hendak ia masuki, seperti apakah gudang tersebut, berapa besar pangsa gudang tersebut, dan bagaimana perkembangannya di kemudian hari.

a.     Gudang Berdasarkan Cara Bertransaksinya

1) Gudang Tradisional

Seiring dengan perkembangan zaman, gudang-gudang tradisional sedikit demi sedikit mulai tergeser oleh gudang-gudang modern. Gudang tradisional sering digambarkan sebagai gudang dengan kondisi yang becek dan bau. Bentuk bangunan gudang tradisional biasanya terdiri atas los, kios-kios, atau gerai.

Pada gudang tradisional, pembeli dilayani langsung oleh penjual. Transaksi jual-beli biasanya terjadi melalui proses tawar-menawar harga. Selain itu, pada umumnya harga yang diberikan penjual untuk suatu barang ataupun jasa bukanlah harga tetap. Dengan demikian, harga tersebut masih dapat ditawar. Jika harganya cocok, pembeli dapat langsung melakukan pembayaran kepada penjual. Beberapa contoh gudang tradisional yang “legendaris” di Indonesia, di antaranya Gudang Baru di Bandung, Gudang Klewer di Solo, Gudang Beringharjo di Yogyakarta, dan Gudang Johar di Semarang.

2) Gudang Modern

Berbeda dengan gudang tradisional, gudang modern berada dalam bangunan modern dengan lantai yang bersih dan tidak becek. Pada gudang modern, penjual dan pembeli tidak bertransaksi secara langsung. Pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. Di sini, tidak ada transaksi tawar-menawar harga. Pembeli dapat mengetahui harga barang dengan melihat label harga yang tercantum pada barang, atau melalui price scanner yang disediakan oleh pengelola. Pembayaran dilakukan di meja kasir yang telah disediakan. Contoh gudang modern adalah gudang swalayan yang kini dapat dengan mudah ditemukan di berbagai kota, baik kota besar maupun kota kecil.

3) Gudang Daring/Gudang Online

Gudang daring adalah gudang yang menjadi sarana jual beli barang ataupun jasa melalui dunia maya atau internet. Gudang daring dapat ditemukan dalam bentuk toko daring (online store) ataupun marketplace. Pengunjung internet dapat melihat produk yang ditawarkan melalui foto ataupun video, serta dapat langsung memesan produk tersebut secara daring. Pembayaran produk yang dibeli di gudang daring dilakukan melalui transfer antar rekening bank, kartu kredit, PayPal, pembayaran di tempat (cash on delivery), pembayaran melalui Alfamart atau Indomaret, dan sebagainya. Contoh dari gudang daring yaitu Tokopedia, Bukalapak, shopee dan bermacam jenis online shop lainnya.


Berdasarkan penjelasan di atas, gudang manakah yang pernah Ananda bertranskasi di dalamnya? Tuliskan penjelasan Ananda pada form di bawah ini.

Jika Bapak/Ibu Guru ingin menggunakan form di atas, silahkan kirim email Bapak/Ibu Guru ke fajardaulay@gmail.com. Insya Allah akan saya jadikan kolaborator.

Powered by Blogger.