KISI - KISI UJIAN MID SEMESTER MPT KELAS 11 PEMSARAN

1. Pengertian komunikasi
2. Yang harus dicatat operator apabila penelepon membuat janji temu
3. Buatlah Lembar Pesan Telepon
4. Yang harus diperhatikan dalam etika berkomunikasi melalui telepon
5. Etika menerima pabggilan
6. Langkah - langkah menelepon dengan speed dialing
7. Media komunikasi berdasarkan alat yang digunakan
8. Pengertian etika, etiket dan etis
9. Prinsip - prinsip etika bisnis
10. Etiket hubungan antara perusahaan dengan karyawan


Drs. Marlan Simatupang
19600527 198703 1 004
Pembina
IV / a
Guru

Drs.WALTER SITUMORANG
19600712 199003 1 005
Pembina
IV / a
Guru / Kordintor KBM

Dra. BENNY NAINGGOLAN
19670516 200701 2 004
Penata Muda Tk. 1
III / b
Guru / Wali Kelas 10 Pm 2

ADLIN SYAHPUTRA ANGKASA  SIREGAR,S.Pd.M.Si
19810705 200904 1 007
Penata Muda Tk. 1
III / b
Guru / Wali Kelas 11 Pm 1 / Koordinator Prakerin

ELFRIDA MARPAUNG,BA
19561001 198212 2 001
Pembina
IV / a
Guru / Kajur Pemasaran
-

Drs.MUHAMMAD GUNTUR SEMBIRING
19660501 199307 1 001
Pembina
IV / a
Guru / Kepala Bengkel Pemsaran

ERNAWATI,S.Pd
19780814 200801 2 004
Penata Muda Tk. 1
III / b
Guru / Wali Kelas 11 Pm 3
FAJAR EFENDI DAULAY,S.Pd
19851220 200904 1 004
Penata Muda Tk. 1
III / b
Guru / Wali Kelas 10 Pm 1 / Pengurus Barang

Menjelajahi Jantung Ilmu Ekonomi: Dari Aturan Rumah Tangga hingga Era Digital

Pernahkah Anda berpikir mengapa harga tiket konser idola Anda bisa melonjak berkali-kali lipat? Atau mengapa aplikasi di smartphone Anda bisa gratis tapi perusahaan pembuatnya tetap kaya raya? Semua jawabannya ada di dalam satu ilmu: ekonomi.

1. Akar Kata: Bukan Cuma Soal Uang

Banyak orang mengira ekonomi hanya bicara tentang uang dan bank. Padahal, secara harfiah, kata Ekonomi berasal dari bahasa Yunani:

  • Oikos: Keluarga atau Rumah Tangga
  • Nomos: Peraturan, Aturan, atau Hukum

Jadi, ekonomi sebenarnya berarti "Manajemen Rumah Tangga". Seorang ekonom adalah detektif data yang menggunakan konsep dan tren untuk memahami bagaimana keputusan-keputusan kecil di dalam rumah tangga maupun perusahaan besar dapat menggerakkan dunia.

2. Garis Waktu Pemikiran: "Pertarungan" Ide yang Mengubah Dunia

Pemikiran ekonomi tidak lahir begitu saja. Ia berkembang lewat perdebatan sengit para pemikir besar dalam merespons krisis dunia.

Era Aliran Klasik (Adam Smith)

Abad ke-18

Lahirnya konsep Invisible Hand (Tangan Tak Terlihat). Adam Smith percaya pasar bisa mengatur dirinya sendiri melalui harga tanpa perlu campur tangan pemerintah. Ibarat algoritma media sosial yang otomatis merekomendasikan apa yang Anda butuhkan.

Depresi Besar (The Great Depression)

1930

Pasar saham global hancur. Konsep Invisible Hand gagal total karena pasar tidak mampu bangkit sendiri dari keterpurukan, menyebabkan pengangguran massal secara global.

Revolusi Keynesian (John Maynard Keynes)

Pasca-1930

Keynes muncul dengan ide berani: Pemerintah harus turun tangan! Ketika ekonomi macet, pemerintah wajib menyuntikkan dana (stimulus) agar roda perekonomian kembali berputar.

Percabangan Modern & Kontemporer

Era Modern

Lahirnya berbagai varian baru seperti Monetarist, Neo-Klasik, dan New Keynesian. Di sisi lain, muncul Teori Pertentangan Kelas (Karl Marx) dan Aliran Institusional (Douglass C. North) yang mengingatkan bahwa ekonomi juga dibentuk oleh aturan hukum, budaya, dan struktur sosial.

3. Ruang Lingkup: Mikro vs Makro (Melihat Lewat Lensa Kamera)

Untuk mempermudah belajarnya, bayangkan Anda sedang memegang kamera dengan lensa zoom.

Ekonomi Mikro: Mode "Macro/Close-Up"

Fokus pada bagian-bagian kecil dan perilaku pelaku ekonomi secara individual (konsumen dan produsen).

  • Inti Masalah: Bagaimana harga sebuah barang ditentukan di pasar? (Sering disebut Teori Harga).
  • Contoh Modern: Bagaimana Gojek menentukan tarif Dynamic Pricing saat hujan? Mengapa Anda memilih membeli kopi susu kekinian daripada kopi instan?

Ekonomi Makro: Mode "Ultra-Wide/Landscape"

Mempelajari mekanisme perekonomian secara keseluruhan (agregat) untuk memaksimalkan kemakmuran masyarakat.

  • Inti Masalah: Bagaimana mengalokasikan seluruh faktor produksi secara efisien? (Sering disebut Teori Pendapatan).
  • Contoh Modern: Bagaimana pemerintah Indonesia mengatasi inflasi global, menurunkan angka pengangguran nasional, atau menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS?

4. Tiga Pilar Analisis Ilmu Ekonomi

Dalam praktiknya, ilmu ekonomi dibagi menjadi tiga jenis analisis yang saling melengkapi:

Jenis Ilmu Ekonomi

Penjelasan Sederhana

Contoh Nyata Saat Ini

Ekonom Deskriptif

Memotret dan memaparkan fakta/kondisi nyata ekonomi apa adanya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tentang dampak inflasi tahun 1998, atau laporan jumlah UMKM digital di Indonesia pasca-pandemi.

Teori Ekonomi

Merumuskan hubungan sebab-akibat dari fakta ekonomi menjadi hukum ekonomi.

Hukum Permintaan & Penawaran:



Flash Sale Shopee bikin harga murah  Permintaan melonjak.



• Kelangkaan chip semikonduktor  Harga PS5 melambung.

Ekonomi Terapan

Menggunakan teori ekonomi untuk merancang kebijakan dalam mengatasi masalah nyata.

Ekonomi Moneter (Bank Indonesia menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi) atau Ekonomi Digital (regulasi pajak e-commerce).

5. Inti Masalah: Kelangkaan (Scarcity) dan Seni Memilih

Kenapa kita harus belajar ekonomi? Karena ada satu realitas pahit: kelangkaan.

Rumus Masalah Utama Ekonomi:

Kelangkaan terjadi jika jumlah yang diinginkan melebihi apa yang tersedia saat harganya nol. Hal ini memaksa kita membuat pilihan (Choice).

  • Saat Anda lapar, keinginan makan berubah menjadi kebutuhan.
  • Namun, karena uang saku atau waktu Anda terbatas (langka), Anda harus memilih: beli ayam geprek atau mi instan? Pilihan yang Anda ambil mengorbankan pilihan lain (inilah yang disebut Opportunity Cost atau Biaya Peluang).

6. Sistem Ekonomi: Dari Tradisional hingga Demokrasi Pancasila

Setiap negara punya cara tersendiri dalam mengatur sumber dayanya. Indonesia memiliki keunikan sejarah dan landasan ideologisnya sendiri.

Karakteristik Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ini masih eksis di beberapa komunitas adat terpencil di dunia:

  1. Teknik produksi sangat sederhana dan diwariskan turun-temurun.
  2. Minim modal dan sangat bergantung pada alam (tanah sebagai tumpuan).
  3. Menggunakan sistem barter (tukar-menukar barang) karena belum mengenal uang.
  4. Belum ada pembagian kerja yang spesifik atau modern.

Karakteristik Positif Sistem Ekonomi Pancasila (Demokrasi Ekonomi)

Sesuai dengan UUD 1945 Pasal 33, Indonesia menganut sistem yang mengedepankan keadilan sosial:

  • Gotong Royong: Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
  • Kedaulatan Negara untuk Rakyat: Cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak (seperti air, listrik, bumi) dikuasai oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
  • Keseimbangan Hak: Hak milik pribadi diakui, namun pemanfaatannya tidak boleh merugikan kepentingan umum. Potensi dan kreativitas warga negara dikembangkan sepenuhnya selama berada di jalur yang positif.
  • Jaring Pengaman Sosial: Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.

 

Powered by Blogger.