Menyelami Dunia E-Commerce: Bukan Sekadar Jualan Online

Apa Itu E-Commerce? (Mari Kita Perbarui Definisinya)

 

Jauh sebelum belanja online menjadi hobi atau kebutuhan harian kita seperti sekarang, konsep E-Commerce sebenarnya sudah memicu revolusi industri digital sejak akhir abad ke-20. Sederhananya, Association for Electronic Commerce (AEC) mengartikan E-Commerce sebagai "mekanisme bisnis secara elektronik."

Namun, jika kita melihatnya dengan kacamata hari ini, E-Commerce jauh lebih luas dari itu. Ini bukan lagi sekadar memindahkan toko fisik ke dalam layar komputer, melainkan pemanfaatan jaringan internet untuk membangun hubungan bisnis, mendistribusikan informasi, hingga mengeksekusi transaksi jual beli barang dan jasa secara instan.

Pakar bisnis digital seperti Amir Hartman membagi interaksi ini ke dalam beberapa kelompok yang pastinya sering Anda dengar:

  1. B-to-B (Business-to-Business): Transaksi antarperusahaan (misalnya, sebuah restoran yang memesan bahan baku massal lewat platform grosir digital).
  2. B-to-C (Business-to-Consumer): Perusahaan langsung berjualan ke konsumen akhir. Ini seperti saat Anda mendownload aplikasi resmi brand sepatu untuk membeli rilis terbaru mereka.
  3. C-to-C (Consumer-to-Consumer): Sesama pengguna saling berjualan. Contoh paling dekat adalah saat Anda berbelanja di Tokopedia, Shopee, atau membeli barang bekas layak pakai di marketplace lokal. 

Tiga Kunci Utama E-Commerce


Terlepas dari banyaknya definisi teoretis, sebuah aktivitas bisa disebut E-Commerce jika memenuhi tiga ciri ini:

  1. Adanya transaksi antara dua pihak.
  2. Ada produk, jasa, atau informasi yang dipertukarkan.
  3. Internet menjadi jembatan utama prosesnya.

Kehadiran E-Commerce telah melahirkan apa yang dulu kita sebut sebagai cyberspace (dunia maya). Di ruang digital ini, batasan geografis runtuh. Sebuah UMKM di Medan bisa dengan mudah mendapatkan pelanggan dari Jakarta atau bahkan London tanpa harus membuka cabang fisik di sana.


Memahami Infrastruktur Jaringan: Internet, Intranet, dan Ekstranet


Dalam menjalankan operasionalnya, perusahaan biasanya mengombinasikan tiga jenis jaringan:

Pada akhirnya, masuk ke dunia E-Commerce bukan hanya soal "punya toko online", melainkan sebuah transformasi bisnis total. Perusahaan yang kaku dan menolak beradaptasi dengan budaya digital lambat laun akan tertinggal oleh mereka yang bergerak lincah memanfaatkan teknologi.


Strategi Pemasaran E-Commerce yang Relevan Hari Ini


Dunia digital adalah pasar yang sangat dinamis. Strategi pemasaran di sini mirip dengan pemasaran konvensional—soal bauran pemasaran (marketing mix) dan membaca kompetisi—namun ritmenya jauh lebih cepat.

Ada 4 faktor utama yang mendasari perubahan strategi pemasaran digital:

  1. Daur Hidup Produk: Apakah produk Anda baru dikenal (perkenalan), sedang naik daun (pertumbuhan), sudah stabil (kedewasaan), atau mulai jenuh (kemunduran)?
  2. Posisi Persaingan di Pasar: Apakah Anda ingin menjadi pemimpin pasar (market leader), penantang yang agresif, atau fokus mengambil ceruk pasar kecil (niche market)?
  3. Situasi Ekonomi: Membaca daya beli masyarakat dan tren ekonomi makro agar harga dan promosi tetap masuk akal.
  4. Keandalan Media Online: Memilih platform digital yang punya performa stabil dan jangkauan audiens yang tepat sasaran.

Jika dibedah berdasarkan target kebutuhan, strateginya berpusat pada empat langkah:

  1. Mendorong kebutuhan utama dengan mengajak orang baru mencoba produk.
  2. Meningkatkan loyalitas agar pelanggan lama membeli lebih sering atau lebih banyak.
  3. Mempertahankan pelanggan yang sudah ada lewat pelayanan yang prima.
  4. Menjaring pelanggan baru dari pasar kompetitor.

 

7 Taktik Menguasai Traffic dan Penjualan di Era Modern


Bagaimana cara agar toko digital kita ramai pengunjung dan menghasilkan konversi penjualan? Berikut adalah taktik berbasis media yang bisa diterapkan:


1. Mengandalkan Traffic Organik (SEO)


Cara terbaik mendatangkan pengunjung adalah lewat pencarian alami di mesin pencari. Ketika orang mengetik kata kunci produk Anda, web Anda harus muncul di halaman pertama.

  1. Tips Modern: Buat konten web yang nyaman dibaca manusia, bukan cuma ramah mesin pencari. Taruh kata kunci yang relevan secara natural (kepadatan sekitar 1-2%).
  2. Penting: Hindari desain web yang terlalu berat atau penuh gambar besar tanpa kompresi. Web yang loading-nya lebih dari 3 detik biasanya langsung ditinggal oleh calon pembeli.

2. Optimalisasi Google Maps (Lokal SEO)


Jangan remehkan kekuatan pencarian lokal. Daftarkan bisnis Anda di Google Maps (Google My Business). Ini adalah cara gratis namun sangat ampuh untuk menjaring konsumen di sekitar Anda.

Contoh Nyata: Saat seseorang mengetik "kopi susu terdekat" atau "toko komputer Medan" di ponsel mereka, Google akan menampilkan peta lokasi di halaman pertama. Jika ulasan (review) pelanggan Anda bagus, kepercayaan calon pembeli baru akan langsung terbangun sebelum mereka datang atau memesan lewat aplikasi.


3. Kampanye Pay Per Click (PPC) dan Iklan Berbayar


Jika ingin hasil yang instan dan terukur, iklan berbayar (seperti Google Ads atau Meta Ads) adalah solusinya. Anda hanya membayar ketika iklan tersebut diklik oleh pengguna.

Strategi: Gunakan visual dan teks iklan yang memicu rasa penasaran (hooking). Meski butuh modal, strategi ini sangat efektif untuk melejitkan penjualan dalam waktu singkat karena iklan langsung diarahkan ke target konsumen yang spesifik.


4. Promosi dan Social Commerce (Kekuatan Media Sosial)


Miliaran orang menghabiskan waktu di media sosial. Manfaatkan ruang ini, tetapi jangan langsung jualan secara agresif (hard selling).

Contoh Terkini: Tren saat ini bergeser ke arah content commerce. Alih-alih memajang foto produk yang kaku, buatlah konten edukatif atau hiburan di platform seperti TikTok atau Instagram Reels. Jika Anda menjual produk kesehatan, jadilah ahli yang rutin membagikan tips olahraga atau diet gratis. Begitu kepercayaan (trust) terbangun, audiens akan dengan senang hati membeli produk yang Anda rekomendasikan.


5. Memanfaatkan Blog & Content Marketing


Blogging bukan sekadar menulis cerita, melainkan membangun otoritas bisnis Anda. Tulislah artikel yang konsisten, unik, dan memberikan solusi bagi pembaca. Di akhir artikel, sisipkan tombol ajakan (Call to Action), misalnya untuk mendaftar newsletter atau mengklaim voucher diskon. Ini adalah cara elegan untuk mengumpulkan basis data calon pelanggan potensial.


6. Melejit lewat Video Marketing


Satu video bisa menyampaikan pesan jauh lebih efektif daripada ribuan baris teks. Gunakan platform berbasis video seperti YouTube atau fitur video pendek di media sosial.

Taktik: Buat video unboxing, tutorial cara pakai produk, atau dokumentasi di balik layar (behind the scenes) bisnis Anda. Berikan judul yang memuat kata kunci pencarian populer agar video Anda mudah ditemukan.


7. Surat Kabar Digital (Email Marketing Modern)


Meskipun terdengar klasik, mengirimkan buletin elektronik (newsletter) secara berkala kepada pelanggan yang sudah mendaftarkan email mereka memiliki tingkat konversi yang sangat tinggi. Berikan mereka keuntungan eksklusif, seperti info artikel terbaru, tips bermanfaat, atau kode promo khusus bulanan agar mereka tetap loyal.

Memperluas Jangkauan Lewat Affiliate Marketing (Pemasaran Afiliasi)

Salah satu strategi pertumbuhan paling masif di era digital saat ini adalah Affiliate Marketing. Ini adalah kerja sama berbasis performa antara pemilik merek (pedagang) dan kreator konten atau individu (afiliator).


  1. Bagaimana cara kerjanya? Afiliator akan membagikan tautan (link) khusus atau banner produk di media sosial atau situs pribadi mereka. Jika ada konsumen yang mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian, afiliator akan mendapatkan komisi sekian persen dari total penjualan.
  2. Contoh Sukses Terkini: Skema ini diadopsi secara masif oleh raksasa E-Commerce global seperti Amazon, hingga platform lokal dan regional seperti Tokopedia Affiliate, Shopee Affiliate Program, dan Lazada Affiliate. Strategi ini sangat menguntungkan kedua belah pihak: perusahaan hanya membayar komisi berdasarkan penjualan nyata (minim risiko rugi iklan), sementara masyarakat umum bisa mendapatkan penghasilan tambahan hanya bermodalkan internet dan kreativitas di rumah.

Daftar Pustaka

Nirmala, Endar. 2016. Pemasaran Online Kelas 10 Semester 2. Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bisnis dan Pariwisata.

 

Kebijakan Merdeka Belajar

Untuk mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan dan manajemen talenta, Kemendikbud mengembangkan rangkaian kebijakan Merdeka Belajar pada tahun 2019. Kebijakan ini dicetuskan sebagai langkah awal melakukan lompatan di bidang pendidikan. Tujuannya adalah mengubah pola pikir public dan   pemangku  kepentingan   pendidikan   menjadi  komunitas   penggerak pendidikan. Filosofi “Merdeka Belajar” disarikan dari asas penciptaan manusia yang merdeka memilih jalan hidupnya dengan bekal akal, hati, dan jasad sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan demikian, merdeka belajar dimaknai kemerdekaan belajar yang memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar senyaman mungkin dalam suasana bahagia tanpa adanya rasa tertekan

Paket Kebijakan Merdeka Belajar

Kemendikbud telah mengeluarkan empat paket kebijakan, yang pada tahap pertama meliputi:

  1. Ujian   Sekolah   Berstandar  Nasional  diganti   ujian   (asesmen)   yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. Hal ini berimplikasi pada guru dan satuan pendidikan lebih merdeka dalam menilai belajar peserta didik. 
  2. Ujian Nasional tahun 2021 diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter yang meniscayakan penyesuaian tata kelola penilaian pembelajaran di level satuan pendidikan maupun pada level nasional. 
  3. Penyederhanaan    Rencana  Pelaksanaan    Pembelajaran    (RPP)    yang berimplikasi pada kebebasan guru untuk dapat memilih, membuat, dan menggunakan format RPP secara efisien dan efektif sehingga guru memiliki banyak waktu untuk mengelola pembelajaran. 
  4. Penerimaan   Peserta   Didik   Baru   (PPDB)   yang   lebih   fleksibel   untuk mengakomodasi ketimpangan akses dan kualitas di berbagai daerah. Keempat kebijakan tersebut tentu saja belum cukup untuk menghasilkan manusia unggul melalui pendidikan. Hal krusial yang mendasar untuk segera dilakukan adalah mewujudkan tersedianya guru Indonesia yang berdaya dan memberdayakan.

Kerangka Program Pendidikan Guru Penggerak

PGP merupakan kegiatan pengembangan profesi melalui pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada kepemimpinan pembelajaran agar mampu mendorong tumbuh kembang peserta didik secara holistik; aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik; serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila. Profil pelajar Pancasila yang dimaksud adalah peserta didik yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, kreatif, gotong royong, berkebhinekaan tunggal, bernalar kritis, dan mandiri.

Program ini bertujuan memberikan bekal kemampuan kepemimpinan pembelajaran dan pedagogi kepada guru sehingga mampu menggerakkan komunitas belajar, baik di dalam maupun di luar satuan pendidikan  serta berpotensi menjadi pemimpin pendidikan yang dapat mewujudkan rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik ketika berada di lingkungan satuan pendidikannya masing-masing. Rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik ditunjukkan melalui sikap dan emosi positif terhadap satuan pendidikan, bersikap positif terhadap proses akademik, merasa senang mengikuti kegiatan di satuan pendidikan, terbebas dari perasaan cemas, terbebas dari keluhan kondisi fisik satuan pendidikan, dan tidak memiliki masalah sosial di satuan pendidikannya.

Kemampuan menggerakkan komunitas belajar merupakan kemampuan guru memotivasi dan terlibat aktif bersama anggota komunitasnya untuk bersikap reflektif, kolaboratif serta berbagi pengetahuan yang mereka miliki dan saling belajar dalam rangka mencapai tujuan bersama. Komunitas pembelajar guru di antaranya Pusat Kegiatan Gugus (PKG), Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) serta komunitas praktis (Community of Practice) lainnya baik di dalam satuan pendidikan atau dalam wilayah yang sama.

Tujuan Program

PGP bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan dan pedagogi guru sehingga dapat menghasilkan profil guru penggerak sebagai berikut:

  1. Mengembangkan  diri  dan  guru  lain  dengan  refleksi,  berbagi,  dan kolaborasi;
  2. Memiliki kematangan moral, emosional, dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik;
  3. Merencanakan,   menjalankan,   merefleksikan,   dan   mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan orang tua;
  4. Mengembangkan   dan   memimpin   upaya   mewujudkan   visi   satuan pendidikan yang mengoptimalkan proses belajar peserta didik yang berpihak pada peserta didik dan relevan dengan kebutuhan komunitas di sekitar satuan pendidikan; dan
  5. Berkolaborasi dengan orang tua peserta didik dan komunitas untuk pengembangan satuan pendidikan dan kepemimpinan pembelajaran.


Manfaat Program

Manfaat Pendidikan Guru Penggerak adalah sebagai berikut:

  1. Bergeraknya  komunitas  belajar  secara  berkelanjutan  sebagai  tempat diskusi dan simulasi agar guru dapat menerapkan pembelajaran aktif yang sesuai dengan potensi dan tahap perkembangan peserta didik;
  2. Diterapkannya pembelajaran aktif oleh guru lain di lingkungan satuan pendidikannya dan lingkungan sekitar sebagai dampak bergeraknya komunitas guru secara berkelanjutan;
  3. Terbangunnya rasa nyaman dan bahagia peserta didik berada di lingkungan satuan pendidikan;
  4. Meningkatnya sikap positif peserta didik terhadap proses pembelajaran yang bermuara pada peningkatan hasil belajar;
  5. Terwujudnya lingkungan fisik dan budaya satuan pendidikan yang nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik; dan
  6. Terbukanya kesempatan bagi guru penggerak untuk menjadi pemimpin satuan pendidikan.


Sasaran Program

Sasaran PGP pada tahun 2020 adalah guru pada Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada tahap berikutnya sasaran PGP akan melibatkan Sekolah Luar Biasa (SLB).


Program Pendidikan Guru Penggerak

Materi Program Pendidikan Guru Penggerak

Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP)

Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang menerapkan merdeka belajar dan menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang berpusat pada murid.

Guru Penggerak menggerakkan komunitas belajar bagi guru di sekolah dan di wilayahnya serta menumbuhkan kepemimpinan murid untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

 

Guru Penggerak

 

Peran dan Tugas Guru Penggerak

Di Sekolah dan di Komunitas 

  1. Menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah
  2. Menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya
  3. Menjadi coach dan mentor bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah
  4. Membuka ruang diskusi positif dan kolaborasi antara guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
  5. Mendorong peningkatan kepemimpinan siswa di sekolah

 

Sistem Seleksi PGP

 

Seleksi Guru Penggerak

 

Proses pendidikan dan penilaian Guru Penggerak


Guru Penggerak

 

Pola Pendidikan Guru Penggerak

Guru Penggerak


Kurikulum Pendidikan Guru Penggerak

 

Guru Penggerak


Struktur Program Pembekalan Calon Asesor

Guru Penggerak


Struktur Program Pembekalan Calon Fasilitator

Guru Penggerak


Struktur Program Pembekalan Calon Pendamping

Guru Penggerak


Struktur Program Pembekalan Calon Guru Penggerak

Guru Penggerak




Bukti Transaksi

 


Dokumen sebagai tanda bukti yang mendukung serta mengesahkan atas transaksi yang dilakukan atau tanda bukti adanya kewajiban pada pihak lain yang masih harus dilaksanakan, misalnya cek, bilyet giro, dan dokumen pengiriman uang; lihat juga bukti pelunasan (voucher).

Apa itu Bukti Transaksi?

Tiap kegiatan jual beli yang dilakukan, pasti ada pencatatan. Pencatatan atas transaksi tersebut yang akan dijadikan bukti transaksi. Bukti transaksi dapat dibedakan sesuai dengan kejadiannya, transaksi yang terjadi di perusahaan terdiri dari transaksi internal, dan transaksi yang terjadi dengan pihak di luar perusahaan adalah transaksi eksternal. Kedua transaksi ini secara otomatis dapat mengubah posisi harta, kewajiban dan modal pada perusahaan. Perubahan ini yang akan mempengaruhi keseimbangan dalam persamaan dasar akuntansi.

Tujuan & Fungsi Bukti Transaksi

Bukti transaksi yang sudah dicatat merupakan pegangan untuk mempermudah akuntan perusahaan dalam menyusun laporan keuangan. Dari pencatatan tersebut dapat diketahui pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya transaksi, dan dapat menghindari duplikasi pada pengumpulan data keuangan. Selain itu, bukti transaksi dapat mengurangi kemungkinan kesalahan dengan cara menyatakan transaksi dalam bentuk tulisan.

Pentingya Bukti Transaksi

Coba anda bayangkan! Ketika dalam proses pencatatan akuntansi terjadi, namun tidak ada bukti-bukti proses pencatatan?. Ibaratnya sebuah proses yang wajib di pertanggaung jawabkan, dengan alasan tersebut akuntansi memerlukan bukti-bukti yang dapat mendasari berbagai pencatatan tersebut.

Sehingga selanjutnya akan menjadi sebuah bentuk laporan keuangan. Proses akuntansi adalah proses yang melibatkan secara langsung berbagai bagian (bila dalam perusahaan besar). Sehingga setidaknya masing-masing bagian harus memegang bukti-bukti tersebut dan dijadikan sebagai bagian atas proses komunikasi dalam perusahaanya.

Bukti-bukti yang saya maksudkan ini bukanlah bukti yang hanya asal catat saja. Namun di dalam akuntansi biasa dikenal dengan sifat-sifat bukti yang wajib ada didalamnya. Dan apabila tidak terkandung sifat ini didalamnya maka bukti tersebut tidaklah sah. Berikut ini terdapat beberapa hal penting darai bukti transaksi tersebut.

1. Menyampaikan keterangan sifat transaksi

Hal tersebut memperlihatkan pada jenis transaksi apa yang dibuktikan dalam catatan tersebut, apakah pembayaran utang atau mungkin juga penerimaan yang lainya.

2. Menyertakan pihak-pihak yang terlibat

Bukti transaksi menjadi sebuah proses haruslah melibatkan banyak pihak yang lain, selain dari bisnis anda, harus dijelakan siapa saja yang ikut andil dalam transaksi tersebut. Subyek ini akan menentukan juga transaksi yang berikutnya.

3. Menuliskan jenis barang/jasa yang ada dalam transaksi

Maksud dari mencantumkan barang/jasa dengan tujuan agar tidak terjadi transaksi dua kali untuk mengurusi hal yang sama. Kesalahan tersebut bisa menghasilkan tidak sesuainya sistem akuntansi yang anda buat.

4. Menyertakan Tanggal Transaksi

Nah hal yang satu ini sering sekali terlupakan dalam proses pembuatan catataan. Padahala bagaimana mungkin sih anda dapat melakukan pencatatan secara kronologis apabila bukti transaksi pencatatanya tidak di cantumkan tanggal. Jika anda sudah bisa memahami prinsip-prinsip penulisan bukti transaksi yang sudah saya jelaskan diatas.

 

Jenis-jenis Transaksi

Jenis-Jenis Transaksi Transaksi yang terjadi sehari-hari di perusahaan terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

a). Trasnsaksi internal 

Transaksi internal adalah transaksi yang terjadi yang melibatkan hanya bagian-bagian yang ada di dalam perusahaan, lebih menekankan perubahan posisi keuangan yang terjadi antar bagian yang ada dalam perusahaan seperti memo dari pimpinan kepada seseorang yang ditunjuk, perubahan nilai harta kekayaan karena penyusutan, pemakaian perlengkapan kantor.

b). Transaksi eksternal.

Transaksi eksternal adalah transaksi yang melibatakan pihak luar perusahaan, seperti transaksi pembelian, penjualan, pembayaran hutang piutang. Bukti pencatatan transaksi yang berhubungan dengan pihak internal yaitu berkaitan dengan bagian yang ada di dalam perusahaan maupun eksternal perusahaan dalam hal ini adalah pelanggan dan pembeli. Bukti transaksi harus dibuat berdasarkan alur yang telah disiapkan oleh perusahaan. 

Jika dilihat dari asalnya, bukti transaksi dibedakan menjadi:

1. Bukti transaksi internal yaitu bukti pencatatan kejadian di dalam perusahaan itu. Bukti transaksi internal, antara lain:

1) Memo

    Sumber: https://made-blog.com/contoh-memo/#gsc.tab=0

Memo adalah sebuah surat atau catatan yang dibuat secara singkat, padat, dan jelas dengan maksud dan tujuan tertentu kepada penerima tanpa adanya basa-basi. Penulisan memo biasanya tidak lebih dari 10 baris, dan penulisannya bisa diketik ataupun dengan tulisan tangan. Memo ditulis untuk memberi arahan, permintaan, atau pemberitahuan, sehingga tidak memerlukan salam pembuka atau penutup seperti surat.

Berdasarkan penggunaannya, memo ada yang bersifat resmi dan ada yang tidak resmi (pribadi). Memo yang bersifat resmi biasanya digunakan sebagai surat pernyataan hubungan resmi dari pimpinan untuk bawahannya, yang dikeluarkan oleh lembaga, instansi atau organisasi. Memo tidak resmi digunakan sebagai nota atau surat pernyataan tidak resmi antar teman, saudara, atau pihak ketiga yang terlibat dengan organisasi, lembaga, atau instansi.

Struktur Memo

  • Kepala Memo – Terdiri dari kop memo (hanya untuk memo resmi), nama pengirim, serta nama penerima.
  • Badan Memo – Terdiri dari isi memo, yaitu apa yang ingin disampaikan kepada penerima. Pesan yang disampaikan harus jelas dan tidak berbelit-belit.
  • Kaki Memo – Terdiri dari tanggal, tanda tangan, serta nama lengkap pengirim.

Ciri-ciri Memo

  • Memo berupa bentuk komunikasi yang berisi saran, arahan, atau penjelasan mengenai suatu hal.
  • Memiliki bagian seperti surat, namun lebih sederhana.
  • Informasi yang dikirim jelas dan relevan.
  • Biasanya tidak mencantumkan identitas kantor seperti nama kantor, nomor telepon, alamat kantor secara lengkap karena peredarannya yang terbatas.
  • Memo dapat disampaikan secara horizontal (pihak yang memiliki jabatan setara) maupun vertikal (penyampaian dari atasan kepada bawahan atau sebaliknya).

2) Bukti Kas Masuk

                  Sumber: https://khanfarkhan.com/contoh-bukti-transaksi/

Bukti kas masuk adalah tanda bukti transaksi bahwa perusahaan telah menerima uang secara cash atau secara tunai atas pelunasan piutang atau atas penjualan tunai.

3) Bukti Kas Keluar

                    Sumber: https://khanfarkhan.com/contoh-bukti-transaksi/

Bukti kas keluar adalah tanda bukti transaksi bahwa perusahaan telah mengeluarkan uang tunai, seperti pembelian dengan tunai atau pembayaran gaji, pembayaran utang atau pengeluaran-pengeluaran yang lainnya.

2. Bukti transaksi eksternal yaitu bukti pencatatan transaksi yang terjadi dengan pihak luar perusahaan. Bukti tersebut antara lain:

a) Nota Kontan

            Sumber: https://guruakuntansi.co.id/bukti-transaksi/   

Nota Kontan adalah sebuah bukti pembayaran atau dokumen pembayaran yang dikeluarkan oleh penjual kepada pembeli. Lembaran pertama atau asli akan disimpan oleh pembeli sedangkan lembaran kedua atau copy-anya akan disimpan oleh penjual sebagai bukti transaksi atas penjualan barang secara tunai.

Dalam nota kontan memuat sebuah informasi mengenai hal-hal sebagai berikut:

  • Nama perusahaan/nama toko sebgai yang mengeluarkan nota
  • Nomor nota
  • Tanggal transaksi
  • Jenis barang
  • Jumlah barang yang diambil/dibeli
  • Harga satuan barang
  • Jumlah harga

b) Faktur (invoice)

                Sumber: https://guruakuntansi.co.id/bukti-transaksi/   

Invoice atau Faktur adalah sebuah pernyataan tertulis mengenai barang yang telah dijual, baik dalam jumlah dan harganya. Faktur dikeluarkan oleh penjual kepada pembeli. Salah satu fungsi dari faktur adalah sebagai bahan pertimbangan pembeli dalam meneliti kembali akan barang-barang yang telah dibelinya.

Bukti faktur ini juga diperlukan apabila nantinya akan terjadi retur pembelian atau retur penjualan. Faktur dibedakan kedalam dua jenis, yakni faktur pembelian dan faktur penjulan. Untuk pihak pembeli, faktur yang diterima merupakan faktur pembelian, begitu pula bagi penjual, faktur yang ada ditangannya adalah faktur penjualan barang dagangannya.

Didalam faktur terdapat informasi mengenai hal-hal sebagai berikut:

  • Nama barang dan alamat penjual
  • Nomor faktur
  • Nama adan alamat pembeli
  • Tanggal pembayaran
  • Syarat pembayaran
  • Keterangan mengenai barang yang meliputi harga satuan barang, jenis barang, barang kuantitas, dan jumlah harga.

c) Kuitansi (official Receipt)

            Sumber: https://guruakuntansi.co.id/bukti-transaksi/   

Kwitasnsi merupakan merupakan sebuah bukti dari transaksi pada saat penerimaan sejumlah uang. Kwitansi ini dibuat dan ditanda tangani oleh pihak penerima uang lalu kemudian diserahkan kepada yang melakukan pembayaran. Umumnya kwitansi terdiri dari dua bagian, dimana bagian pertama akan diberikan kepada pihak yang membayar sebagai buktin pencatatan pengeluaran uang, sedang bagian yang kedua dapat dijadikan sebagai bukti pencatatan penerimaan uang.

Berikut ini adalah bagian dari ciri-ciri yang terdapat pada kwitansi:

  • Adanya tanggal transaksi
  • Tercantum nama pihak pemberi uang
  • Jumlah/nominal uang
  • Keterangan atau maksud dan tujuan dari transaksi pemberian uang tersebut.
  • Tanda tana yang disertai materai bila dibutuhkan.
  • Tata Cara Pembuatan Kwitansi

Beberapa hal yang diperhatikan dalam pembuatan kwitansi.

  • Nama lengkap dari orang yang melakukan transaksi atau instansi yang memberikan uang.
  • Tujuan pembayaran, menjelaskan untuk apa pembayaran tersebut dilakukan.
  • Caps/ stempel dinas atau perusahaan yang menerima pembayaran.
  • Jika menggunakan materai, seharusnya tanda tangan mengenai materai yang ditempelkan.
  • Nomer kwitansi ini berperan supaya membedakan antara satu dengan kwitansi lainya. Dapat di buat dengan urutan angka atau huruf, dengan penomoranya bisa dikerjakan sesuai keperluan yang diinginkan.
  • Jumlah uang yang diserahkan yaitu besaran nominal yang diyulis sama juga degan angka atau huruf.
  • Tempat, tanggal dan hari terjadinya transaksi.

Catatan: kwitansi dibuat dan ditandatangani oleh pihak penerima uang yang kemudia diberikan kepada yang melakukan pembayaran.

d) Nota Debet dan Nota Kredit

                                Sumber: https://guruakuntansi.co.id/bukti-transaksi/   

Pengertian Nota debet adalah dokumen transaksi sebagai permintaan pengurangan harga kepada pihak penjual atau bukti yang berisi informasi yang menyatakan tentang pengiriman kembali barang yang tidak sesuai dengan pesanan (rusak). Nota debet merupakan pemberitahuan atau perhitungan yang dikirimkan suatu perusahaan atau badan usaha kepada konsumennya, bahwa akunnya telah di debet dengan jumlah nominal tertentu. Nota debit dibuat oleh pihak pembeli.

Hal-hal yang tercantum pada nota debit dan nota kredit pada prinsipnya adalah sama, hanya terdapat perbedaan pada informasi yang tercantum di dalam masing-masing nota. Pada intinya bukti transaksi yang bernama nota kredit dan nota debit dikeluarkan saat terjadi ketidakcocokan atau tidak sesuai dengan barang yang diharapkan oleh pihak pembeli. 

                                Sumber: https://guruakuntansi.co.id/bukti-transaksi/   

Nota Kredit adalah sebuah bukti transaksi penerimaan barang yang telah dijual atau pengambilan barang. Nota kredit dikeluarkan oleh pihak penjual, salah satu fungsi dari nota kredit ini adalah sebagai alat persetujuan dari pihak penjual atas permohonan pengurangan harga yang diminta oleh pihak pembeli karena barang yang diterima mengalami kerusakan atau tidak sesuai dengan apa yang dipesan oleh pembeli.

e) Cek (Cheque) 

    Sumber: https://guruakuntansi.co.id/bukti-transaksi/   

Pengertian Cek bisa diartikan sebagai perintah pembayaran yang dibuat oleh pihak yang mempunyai rekening di suatu bank, dengan tujuan agar bank tersebut membayarkan sejumlah uang yang tertulis kepada orang yang membawa surat atau yang namanya tertulis di surat cek tersebut.

Cek terdiri dari dua bagian yaitu :

  • Pada bagian sebelah kiri buku cek sebagai bukti arsip pihak yang mengeluarkan dan menandatangani cek tersebut.
  • Bagian sebelah kanan dapat diberikan kepada pihak yang menerima pembayaran cek tersebut.

f) Bilyet giro 


                Sumber: https://guruakuntansi.co.id/bukti-transaksi/   

Pengertian Bilyet Giro adalah sebagai surat perintah untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekening nasabah suatu bank ke rekening penerima yang namanya disebutkan dalam bilyet giro pada bank yang sama atau pada bank lain (berbeda). 

Perlu diingat bahwa penerima bilyet giro tidak bisa menukarkannya dengan uang tunai kepada bank yang bersangkutan. Tetapi dapat menyetorkan bilyet giro kepada bank untuk menambah simpanan di rekeningnya.

g) Rekening Koran 

        Sumber: https://guruakuntansi.co.id/bukti-transaksi/   

Pengertian Rekening Koran adalah bukti untuk mutasi kas di bank yang disusun oleh pihak bank untuk para nasabahnya.

Transaksi Bisnis Berdasarkan Sumbernya

Berdasarkan sumber transaksi atau kegiatan bisnis, transaksi bisnis dibagi ke dalam dua jenis. Transaksi Usaha Dan Transaksi Modal, Berikut Jenis-jenis transaksi berdasarkan bidang yang dipengaruhinya, terdiri dari : 

a.   Transaksi modal 

Transaksi modal adalah transaksi yang mempengaruhi modal suatu perusahaan baik bertambah maupun berkurang. Contoh transaksi modal antara lain: 

  • Pemilik menyetorkan sejumlah uang tunai untuk modal usaha, yang bila berjumlah sangat besar bisa menggunakan cheque. Pemilik mengambil sebagian modal untuk kepentingan pribadi (prive) 
  • Pemilik perusahaan menyerahkan kendaraan pribadinya kepada perusahaan untuk operasional perusahaan 

Contoh Transaksi Modal Yang Terjadi Dalam Perusahaan: 

  • Penyerahan investasi atau dana modal dari pemilik perusahaan. 
  • Penanaman investasi atau dana modal dari investor. 
  • Pengambilan dana oleh pemilik perusahan, atau yang disebut juga prive atau drawing. 
  • Pembayaran gaji pegawai perusahaan. 
  • Pembayaran biaya-biaya rutin seperti biaya listrik, telepon, air, dan lain sebagainya.

b.      Transaksi usaha 

Transaksi usaha adalah transaksi yang berkaitan dengan kegiatan utama perusahaan. Yang dimaksud kegiatan utama perusahaan adalah kegiatan yang menjadi operasional perusahaan, contoh perusahaan jasa service computer, maka kegiatan utamanya adalah memperbaiki computer yang rusak dari pelanggannya. Dalam usaha service tersebut akan muncul transaksi penerimaan pendapatan jasa service dari pelanggan, transaksi pembayaran gaji karyawan, dan sebagainya Contoh transaksi modal antara lain: 

  • Pemilik menyetorkan sejumlah uang tunai untuk modal usaha, yang bila berjumlah sangat besar bisa menggunakan cheque. 
  • Pemilik mengambil sebagian modal untuk kepentingan pribadi (prive) 
  • Pemilik perusahaan menyerahkan kendaraan pribadinya kepada perusahaan untuk operasional perusahaan 

Contoh Transaksi Usaha Yang Dilakukan Perusahaan: 

  • Pendapatan yang diperoleh perusahaan dari operasional. 
  • Penjualan barang dagangan baik tunai maupun kredit. 
  • Pembelian bahan baku untuk produksi. 
  • Pendapatan yang belum diterima atau piutang. 
  • Pendapatan yang diterima di awal/ di muka.

Sumber: 

Soerjandari, Erna. 2014. Administrasi Transaksi Di Kelas Xi. Jakarta: Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. 

Said, Umar. 2016. Modul Guru Pembelajar Sekolah Menengah Kejuruan (Smk) Kompetensi Profesional: Administrasi Transaksi. Jakarta: Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan.

https://sarjanaekonomi.co.id/bukti-transaksi/

https://kamus.tokopedia.com/b/bukti-transaksi/

https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-transaksi/

https://made-blog.com/contoh-memo/#gsc.tab=0

https://khanfarkhan.com/contoh-bukti-transaksi/

https://guruakuntansi.co.id/bukti-transaksi/  


 

 

Powered by Blogger.