Menjadi Seorang Pemenang Olimpiade Guru Nasional


Olimpiade Guru Nasional (OGN) merupakan wahana bagi guru SMA/SMK/SMALB untuk menumbuhkembangkan semangat kompetisi akademik dan memotivasi guru SMA/SMK/SMALB dalam rangka peningkatan kompetensi agar mampu meningkatkan mutu pendidikan. 

Mata pelajaran yang dilombakan dalam Olimpiade Guru Nasional (OGN) pada tahun 2018 adalah Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa Inggris, Bimbingan dan Konseling, Seni Budaya, Antropologi, Prakarya dan Kewirausahaan, dan Matematika untuk guru SMA/SMK/SMALB.

Olimpiade Guru Nasional (OGN) Tahun 2018 dilaksanakan pada tanggal 3 Mei s.d. 7 Mei 2018 di Mataram Nusa Tenggara Barat. Khusus mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan SMA/SMK/SMALB diperoleh hasil sebagai berikut : Pemenang I dimenangkan oleh Yunis Eka Putra dari SMA Negeri 12 Sijunjung Provinsi Sumatera Barat; Pemenang II dimenangkan oleh Dian Isyarini Pemiluwati, SP, MP dari SMK PP Negeri 1 Tegalampel Provinsi Jawa Timur dan Pemenang III dimenangkan oleh Fajar Efendi Daulay, S.Pd, M.Pd dari SMK Negeri 1 Tebing Tinggi Provinsi Sumatera Utara.


Perjuangan untuk memperoleh pemenang III tidak mudah. Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor antara lain sebagai berikut :
  1. Penulis bukanlah guru Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan. Kondisi ini sungguh menyulitkan karena penulis tidak mengetahui secara pasti silabus mana yang digunakan di kurikulum 2013 edisi revisi. Selain itu, penulis tidak mengetahui secara detail tentang materi Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan tersebut.
  2. Penulis mendapatkan tugas belajar mulai dari tahun 2015 s.d. tahun 2017.Sejak terpilih menjadi penerima beasiswa S2 AP Kepengawasan di UNIMED. Penulis tidak mengajar selama dua tahun sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2017. Kondisi ini mempersulit penulis dalam hal praktik mengajar.
  3. Penulis belum pernah mengikuti diklat Kurikulum 2013.Perubahan kurikulum dari Kurikulum KTSP menjadi Kurikulum 2013 membawa perubahan yang sangat siginifikan dalam hal proses pembelajaran yaitu perubahan dari Teacher Centered menjadi Students Centered. Perubahan ini berdampak pada perubahan perangkat pembelajaran. Kondisi ini mempersulit penulis dalam menyusun perangkat pembelajaran.
Bersama Pemenang I, Yunis Eka Putra

OGN Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan merupakan kumpulan dari beberapa juara nasional. Munculnya nama-nama seperti Itok peraih medali emas dari Jawa Timur, Yunis Eka Putra peraih medali emas dari Sumatera Barat dan banyak nama-nama lainnya yang sudah malang-melintang di dunia OGN bergabung di OGN Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan sempat membuat penulis jatuh mental.

Persiapan OGN

Selama masa persiapan, penulis lebih banyak berdiskusi dengan sesama finalis OGN Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan. Tidak adanya silabus, RPP dan buku Prakarya dan Kewirausahaan menyebabkan penulis lebih aktif dalam diskusi. Diskusi dilakukan dengan Mr. Itok, Yunis, Juni dan beberapa finalis lainnya sehingga penulis mendapatkan gambaran tentang mata pelajaran tersebut.

Selain itu, penulis juga harus mempersiapkan alat peraga yang akan digunakan ketika praktik mengajar dilaksanakan. Adanya bidang-bidang sepserti rekaya, pengolahan, kerajinan dan budi daya membuat penulis sangat kebingungan. Namun, sebuah ide mucul ketika anak pertama sedang bermain kotak sebuah makanan. Maka penulis putuskan untuk menjadikan kotak kemasan sebagai alat peraga ketika ujian OGN berlangsung.

Ujian OGN


Ujian dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 2018 pukul 14.00 WIT. Ujian yang pertama dilaksanakan adalah ujian tentang wawasan kependidikan dan diikuti dengan ujian kompetensi professional. Ujian wawasan kependidikan dilakukan dengan tes on line. Penulis memperoleh nilai 61 untuk tes wawasan kependidikan. Sedikit kritik tentang soal wawasan kependidikan adalah peraturan-peraturan yang ditanyakan adalah peraturan-peraturan yang sudah lama seperti peraturan tentang angka kredit guru, Standar Nasional Pendidikan.

Ujian kompetensi professional dilakukan dengan tes tertulis dalam bentuk essay. Penulis sengaja memilih soal-soal kategori sulit untuk dikerjakan. Pengalaman penulis sebagai guru pemasaran cukup membantu dalam mengerjakan soal-soal essay seperti menyusun bussines plan, pelayan purna jual.

Keesokan harinya, tanggal 4 Mei 2018 dilaksanakan ujian penyusunan perangkat pembelajaran dan praktik mengajar. Semua kontestan menampilkan kemampuan terbaiknya. Penulis mendapat kesempatan praktik mengajar di hari berikutnya.

Alat Peragaku Sayang Alat Peragaku Malang

Setiap peserta harus mengajar dengan alat peraga yang telah dibuatnya. Berbagai macam alat peraga ditampilkan, mulai dari kerajinan tangan seperti membuat vas bunga, rumah-rumahan, tas, bunga dari kulit kerang. Pengolahan seperti membuat empek-empek, wedang jahe, es krim. Produk-produk tersebut sangat diburu oleh dewan juri dan panitia. 

Sementara itu, alat peraga yang penulis tampilkan tak sedikitpun dicari bahkan ditanya oleh dewan juri dan panitia. Kondisi ini membuat penulis down sampai ke titik nadir. Dengan berat hati penulis letakkan di bawah meja dan masukkan ke dalam tas. Namun, tanggapan positif dari teman-teman atas alat peraga yang penulis gunakan sebagai obat pelipur lara.

Optimisme Membawaku Mendekati Nya

Berangkat ke Mataram dengan optimisme tinggi. Penulis memasang target juara I meski penulis menyadari sangan di mata pelajaran ini sangat tidak mudah. Penulis menyadari bahwa selain usaha maksaimal maka kita harus berdoa dan mendekati Nya secara maksimal pula. Tahajud, sedekah, shalat tepat waktu di gas dengan kecepatan tinggi. Beroda hingga air membasahi pipi. 

Dengan kesemuanya itu, penulis masih yakin untuk juara I. Namun di malam terakhir sebelum pengumuman, ada kejadian unik yang penulis alami. Ketika meminta kepada Nya untuk juara I, namun yang tertanam dibenak punulis adalah juara III. Semenjak itu penulis tersadar bahwa apa yang diinginkan belum tentu terbaik bagi penulis namun apa yang dikasih oleh Nya pastilah terbaik buat punulis.

Buat Finalis tahun berikutnya

Siapapun anda, dimanapun anda berada. Juara nasional tidak akan dapat diraih tanpa usaha yang maksimal. Paksakan diri anda untuk melampaui batas maksimal tersebut. Perbanyak diskusi dan latihan. 

Selain itu, jangan lupa anda tidak ada apa-apanya tanpa Nya. Sehingga ketika anda berhasil menjadi pemenang, jangan lupa anda masih tetap tidak ada apa-apanya tanpa Nya. Ingat, buang dalam benakmu bahwa ilmu itu mahal sehingga anda bagai katak dalam tempurung. Namun, tanamkan bahwa ilmu itu adalah amal sehingga anda bagai jendela dunia.

TATA CARA MENGUMPULKAN TUGAS DI KANTONG TUGAS

Kepada siswa-siswi Kompetensi Keahlian BDP, silahkan pelajari tata cara mengumpulkan tugas di Kantong Tugas. 

Langah 1:

Buka google drive. Ketik di google "google drive". (Tanpa tanda petik ya)

Langkah 2:

Pilih drive.google.com

Maka akan muncul tampilan berikut ini.

Langkah 4:

Klik tanda + Baru. Setelah itu klik Upload File

Langkah 5:

Setelah Anda klik Upload File, maka akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini. Silahkan pilih file mana yang akan Anda Upload. Klik file yang akan Anda upload lalu pilih open

Langkah 6:

Setelah selesai klik upload, maka akan muncul tampilan seperti di kanan bawah "1 Upload Selesai". Silahkan klik file yang berada di bawah "1 Upload Selesai". Sebagai contoh: Langkah 1 PNG. 

Langkah 7:

Setelah file tersebut di klik, maka akan muncul tampilan preview dari file LANGKAH 1.PNG. Perhatikan sudut kanan atas, ada Titik Tiga, silahkan klik lambang Titik Tiga tersebut lalu klik "Bagikan".

Langkah 8:

Perhatikan "Dapatkan Link". Silahkan klik di "Ubah ke siapa saja yang memiliki link". 

Langkah 9:

Pastikan settingannya adalah:

  1. Siapa saja yang memiliki link
  2. Pengakses lihat-saja
Jika sudah sesuai, silahkan klik "Salin Link".

Langkah 10:

Silahkan klik link kantong tugas Anda. Silahkan isi:

  1. Nama siswa
  2. Pilih kelas
Setelah selesai, klik "berikutnya" lalu copy dan pasteka link yang telah Anda upload ke pertanyaan yang tersedia. Jika sudah selesai, klik "Kirim".














































SOCIAL MEDIA MARKETING

Mengubah "Scroll" Menjadi "Cuan"

 

                                    Jumlah pengguna internet Indonesia Tahun 2020. Foto: We Are Social

Halo, anak-anakku, siswa-siswi SMK yang luar biasa!

Coba Bapak mau tanya, berapa jam waktu yang kalian habiskan dalam sehari untuk membuka TikTok, Instagram, atau WhatsApp? Dua jam? Empat jam? Atau bahkan lebih?

Media sosial sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari bangun tidur sampai mau tidur lagi, layar HP kita jarang sekali lepas dari aplikasi-aplikasi ini.

Berdasarkan laporan dari lembaga riset We Are Social, tren pengguna internet di Indonesia terus melonjak tajam. Sebagai gambaran, beberapa tahun lalu saja angkanya sudah menembus 175,4 juta jiwa (sekitar 64% lebih dari total penduduk Indonesia), dengan 160 juta jiwa di antaranya aktif di media sosial. Bayangkan betapa besarnya angka tersebut sekarang! Media sosial yang paling sering dikunjungi pun sangat beragam, mulai dari YouTube, WhatsApp, Facebook, Instagram, hingga TikTok.

Namun, ada satu hal yang sangat disayangkan. Kebanyakan orang menggunakan media sosial hanya untuk aktivitas pasif: sekadar update status galau, pamer foto liburan, melihat gosip yang sedang viral, atau sekadar scrolling tanpa arah sampai larut malam.

Catatan Penting untuk Anak SMK:

Di tangan seorang penonton, media sosial adalah tempat menghabiskan waktu. Tetapi di tangan seorang siswa SMK Jurusan Pemasaran atau Digital Marketing, media sosial adalah alat bisnis yang sangat kuat.

Jika kita tidak memanfaatkan media sosial untuk pemasaran bisnis, ada jutaan calon pelanggan di luar sana yang kita lewatkan begitu saja. Oleh karena itu, melalui materi ini, Bapak ingin mengajak kalian semua untuk mengubah cara pandang. Mari kita belajar bagaimana mengubah aktivitas scrolling menjadi aktivitas yang menghasilkan!

Apa Itu Social Media Marketing?

Sebelum kita melangkah lebih jauh, mari kita samakan persepsi terlebih dahulu. Apa sih sebenarnya Social Media Marketing (SMM) itu?

Secara sederhana, Social Media Marketing adalah proses memasarkan produk, jasa, atau merek (brand) dengan memanfaatkan platform media sosial.

Namun, SMM bukan sekadar memajang foto produk, memberi harga, lalu menuliskan kalimat "Ayo dibeli!" di kolom takarir (caption). Jika jualan di media sosial hanya sebatas itu, platform tersebut tidak akan ada bedanya dengan pasar malam atau papan reklame di pinggir jalan.

Media sosial memiliki satu kata kunci yang wajib kalian ingat: SOSIAL. Artinya, esensi utama dari platform ini adalah membangun hubungan, berinteraksi, dan berkomunikasi layaknya sesama manusia. Pemasaran yang sukses di media sosial adalah pemasaran yang mampu menyentuh sisi humanis manusia—pemasaran yang tidak terasa seperti sedang berjualan, melainkan seperti seorang teman yang sedang memberikan rekomendasi solusi atas masalah yang kita hadapi.

3. Mengapa media sosial sangat penting untuk bisnis?

Sebagai calon pemasar digital masa depan, kalian harus paham betul alasan logis mengapa pelaku usaha—mulai dari UMKM lokal di sekitar Medan hingga perusahaan multinasional—wajib hadir di media sosial:

  1. Pasarnya sangat luas (akses tanpa batas): Melalui media sosial, toko keripik pisang skala rumahan di Medan bisa mendapatkan pembeli dari Jakarta, Surabaya, bahkan hingga ke luar negeri tanpa harus membuka toko fisik di sana.
  2. Biayanya relatif murah: Membuat akun Instagram, TikTok, atau Facebook itu gratis. Modal utamanya adalah kreativitas, kuota internet, dan konsistensi. Ini sangat berbeda dengan media konvensional seperti memasang iklan di televisi atau mencetak baliho yang memakan biaya jutaan rupiah.
  3. Komunikasi Dua Arah: Di media cetak atau TV, konsumen hanya bisa menonton. Di media sosial, konsumen bisa langsung bertanya di kolom komentar, memberikan tanda suka (like), membagikan (share), atau langsung membeli melalui pesan pribadi (Direct Message).
  4. Targeting yang akurat: media sosial tahu apa yang kita sukai. Jika kalian sering melihat video tentang sepatu, maka iklan yang muncul di beranda kalian adalah iklan sepatu. Kemampuan algoritma ini membantu pemasar untuk menampilkan iklan hanya kepada orang yang benar-benar butuh.

Mengenal Karakteristik "Medan Perang" Media Sosial

Setiap platform media sosial memiliki "kepribadian" dan tipe pengguna yang berbeda-beda. Kita tidak bisa menyamakan cara berjualan di TikTok dengan cara berjualan di LinkedIn. Yuk, kita bedah satu per satu:

A. TikTok: Rajanya Konten Video Pendek dan Spontan

TikTok adalah platform yang sangat dinamis dan digemari oleh generasi muda (Gen Z dan Alpha). Karakter konten di sini harus seru, menghibur, kreatif, dan langsung menarik perhatian dalam 3 detik pertama. Gaya Pemasaran: Gunakan tren lagu yang sedang viral, buat video behind the scenes (di balik layar pembuatan produk), atau edukasi singkat yang dikemas secara humoris. Jangan terlalu kaku!

B. Instagram: Etalase Visual yang Estetis

Instagram mengutamakan keindahan visual. Pengguna Instagram senang melihat foto yang rapi, kombinasi warna yang estetik, dan video Reels yang sinematik atau informatif. Gaya Pemasaran: Gunakan fitur Feed sebagai katalog produk yang rapi, manfaatkan Instagram Stories untuk interaksi harian (seperti membuat kuis, jajak pendapat, atau tanya jawab), dan optimalkan Reels untuk menjangkau audiens baru yang belum mengikuti akun kita.

C. Facebook: Komunitas dan Kedekatan Personal

Meskipun sering dianggap sebagai medianya orang tua oleh anak muda, Facebook tetap menjadi salah satu platform dengan jumlah pengguna aktif terbesar di Indonesia. Kekuatan utama Facebook ada pada fitur Group dan Facebook MarketplaceGaya Pemasaran: Bangun kedekatan melalui cerita (storytelling) yang panjang dan mendalam di grup-grup komunitas yang relevan dengan produk kita.

D. WhatsApp Business: Gerbang Penutupan Penjualan (Closing)

WhatsApp adalah area yang sangat privat. Jika konsumen sudah bersedia memberikan nomor WhatsApp mereka, artinya mereka sudah memiliki tingkat kepercayaan yang cukup tinggi terhadap bisnis kita. Gaya Pemasaran: Gunakan WhatsApp Business untuk memberikan pelayanan pelanggan yang cepat, ramah, dan solutif. Manfaatkan fitur Katalog dan Fitur Label untuk merapikan data pelanggan.

5. Strategi Memulai Social Media Marketing untuk Pemula

Nah, sekarang bagaimana langkah konkret untuk memulainya? Jangan bingung, Bapak sudah merangkumnya menjadi formula 5 Strategis yang bisa langsung kalian praktikkan dalam tugas kelompok maupun proyek kewirausahaan sekolah.

[Tentukan Target] ➔ [Pilih Platform] ➔ [Buat Pilar Konten] ➔ [Interaksi Aktif] ➔ [Evaluasi Data]

Langkah 1: Tentukan Siapa Target Audiensmu (Know Your Customer)

Sebelum membuat konten, jawab pertanyaan ini dulu: Untuk siapa produk ini dijual? Jika kalian menjual jilbab remaja kekinian, maka target audiens kalian adalah siswi sekolah atau mahasiswi usia 15-25 tahun. Jangan menyasar bapak-bapak pencinta burung kicau. Kenali bahasa mereka, apa masalah mereka, dan apa yang mereka sukai.

Langkah 2: Buat Pilar Konten (Content Pillars)

Akun bisnis yang membosankan adalah akun yang isinya 100% jualan terus-menerus. Gunakan rumus perbandingan 80:20.

  1. 80% Konten Edukasi/Hiburan: Berikan tips, trik, cerita inspiratif, atau konten lucu yang relevan.
  2. 20% Konten Promosi: Baru di sini kalian menawarkan produk secara langsung.
  3. Contoh: Jika berjualan produk perawatan kulit (skincare), buatlah konten tentang "Cara mengatasi jerawat akibat salah pakai masker" (Edukasi), baru di akhir atau di konten berikutnya kenalkan produk serum jerawat yang kalian jual (Promosi).

Langkah 3: Konsistensi adalah Kunci

Algoritma media sosial menyukai akun yang aktif secara konsisten. Lebih baik mengunggah 1 konten setiap hari secara rutin daripada mengunggah 10 konten dalam satu hari lalu menghilang selama satu bulan. Buatlah kalender konten (content schedule) agar kerja kalian lebih terstruktur.

Langkah 4: Manfaatkan Kekuatan Copywriting yang Humanis

Copywriting adalah seni menulis teks iklan atau takarir. Hindari bahasa robot yang kaku. Gunakan bahasa seolah-olah kalian sedang berbicara langsung dengan teman dekat.

  1. Kaku (Hindari): "Dijual sepatu merek A, ukuran 40, harga Rp200.000. Hubungi nomor di bawah."
  2. Humanis (Gunakan): "Sering merasa kaki pegal kalau dipakai jalan jauh di sekolah? Sini kumpul! Sepatu ini punya sol super empuk yang siap nemenin aktivitas padatmu seharian tanpa bikin kaki lecet. Cek link di bio ya!"

Langkah 5: Analisis dan Evaluasi (Insight)

Setiap platform media sosial menyediakan fitur akun profesional atau bisnis secara gratis. Di sana kalian bisa melihat data (Insight): berapa orang yang melihat konten kita, konten mana yang paling banyak disukai, dan jam berapa audiens kita paling aktif membuka media sosial. Gunakan data ini untuk memperbaiki konten ke depannya.

6. Etika Pemasaran di Media Sosial: Menjaga Integritas

Anak-anakku yang Bapak banggakan, menjadi seorang digital marketer bukan hanya tentang bagaimana cara meraih keuntungan sebesar-besarnya, melainkan juga tentang bagaimana menjaga etika dan nama baik diri sendiri serta instansi tempat kita bernaung, seperti SMKN 7 Medan tercinta ini.

Dalam dunia digital marketing, ada beberapa aturan moral yang tidak tertulis namun wajib dipatuhi:

  1. Jujur dalam deskripsi produk: Jangan melebih-lebihkan khasiat atau kualitas produk secara ekstrem (overclaim) yang dapat mengecewakan konsumen saat barang asli tiba.
  2. Hargai Hak Cipta Karya Orang Lain: Jika menggunakan musik, foto, atau video milik orang lain sebagai bahan referensi, biasakan untuk mencantumkan sumber (credit) dengan jelas. Jangan asal comot dan mengklaim sebagai karya sendiri.
  3. Sopan dalam Menanggapi Komentar: Di media sosial, kalian akan menemui berbagai macam karakter netizen, termasuk para pengkritik tajam (haters). Tanggapi komplain mereka dengan kepala dingin, bahasa yang santun, dan solusi. Profesionalitas kita dinilai dari bagaimana cara kita memperlakukan pelanggan yang kecewa.

7. Kesimpulan dan Refleksi

Media sosial adalah sebuah panggung besar yang terbuka lebar untuk siapa saja. Sukses tidaknya kita di panggung ini tidak ditentukan oleh seberapa megah toko fisik yang kita miliki, melainkan oleh seberapa kreatif kita dalam menyajikan solusi dan seberapa tulus kita dalam membangun hubungan dengan audiens.

Sebagai siswa SMK, kalian berada di posisi yang sangat menguntungkan. Kalian lahir di era digital, akrab dengan teknologi, dan memiliki energi yang besar. Jangan biarkan potensi emas ini habis hanya untuk sekadar menjadi penonton kesuksesan orang lain. Mulailah dari sekarang, dari hal kecil yang kalian sukai. Pilih satu produk, buat akun bisnisnya, buat konten pertamamu, dan konsistenlah di sana.

Bapak akan terus membagikan tulisan, tips, dan studi kasus menarik seputar dunia Social Media Marketing di sini. Mari kita diskusikan bersama di kelas maupun di kolom diskusi. Tetap semangat belajar, asah terus keterampilan digital kalian, dan mari buktikan bahwa anak SMK adalah generasi yang siap kerja, santun, mandiri, dan kreatif!

Pertanyaan untuk Refleksi Kita Bersama:

"Jika hari ini kalian diminta untuk membuka sebuah bisnis kecil-kecilan di media sosial, produk apa yang ingin kalian jual dan platform media sosial mana yang pertama kali akan kalian pilih untuk memasarkannya? Mengapa?"

Sampai jumpa di pembahasan materi berikutnya! Jangan lupa untuk terus memantau pembaruan di halaman ini ya.

Sumber Referensi Pendukung Data: https://inet.detik.com/cyberlife/d-4907674/riset-ada-1752-juta-pengguna-internet-di-indonesia

SILABUS ADM TRANSAKSI

Bapak/Ibu guru BDP yang terhormat. Jika Anda membutuhkan Silabus Penataan Produk Kelas Sebelas dan Dua Belas. Silahkan di unduh pada link berikut ini :

Silabus Administrasi Transaksi Kelas 11

Semoga bermanfaat.
Salam


Fajar Daulay
Guru BDP SMKN 7 Medan


SILABUS PENATAAN PRODUK

Bapak/Ibu guru BDP yang terhormat. Jika Anda membutuhkan Silabus Penataan Produk Kelas Sebelas dan Dua Belas. Silahkan di unduh pada link berikut ini :


  1. Silabus Penataan Produk Kelas XI
  2. Silabus Penataan Produk Kelas XII



Semoga bermanfaat.
Salam


Fajar Daulay
Guru BDP SMKN 7 Medan

Privacy Policy

Kebijakan Privasi / Privacy Policy



Jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut atau memiliki pertanyaan lain tentang kebijakan privasi pada blog www.fajardaulay.com, silahkan menghubungi saya via e-mail di fajardaulay@gmail.com.

Pada blog www.fajardaulay.com, privasi para pengunjung blog ini sangat penting. Dokumen kebijakan privasi ini mengurai jenis informasi pribadi yang diterima dan dikumpulkan oleh blog www.fajardaulay.com dan bagaimana informasi pribadi tersebut digunakan.

Log Files
Seperti kebanyakan situs Web lain, blog www.fajardaulay.com juga menggunakan log files. Informasi dalam log files meliputi alamat internet protocol (IP), jenis browser, Internet Service Provider (ISP), jejak tanggal / waktu, refferering atau exit pages dan klik-klik yang dilakukan pengunjung untuk menganalisis kecendrungan, mengelola situs, melacak aktifitas pengguna pada situs, dan untuk mengumpulkan informasi demografis. Alamat IP dan informasi lainnya tersebut tidak terkait dengan informasi yang bersifat pribadi.

Cookies dan Web Beacons
blog www.fajardaulay.com menggunakan cookies untuk menyimpan informasi tentang preferensi pengunjung, merekam informasi pengguna tertentu pada halaman yang dikunjungi, menyesuaikan halaman Web content based berdasarkan tipe browser yang digunakan pengunjung atau informasi lainnya yang pengunjung kirimkan melalui browser yang digunakan.

DoubleClick DART Cookie
  • Google, sebagai vendor pihak ketiga, menggunakan cookies untuk menayangkan iklan di blog www.fajardaulay.com
  • Penggunaan DART cookie oleh Google memungkinkan Google dapat menampilkan iklan yang sesuai kepada pengguna berdasarkan kunjungan di blog www.fajardaulay.com dan situs lainnya di Internet.
  • Pengguna dapat membatalkan penggunaan DART cookie dengan mengunjungi kebijakan privasi jaringan iklan dan konten Google di URL berikut : http://www.google.com/policies/technologies/ads/

Beberapa mitra periklanan Saya mungkin menggunakan cookies dan web beacon di situs. Mitra iklan Saya meliputi : Google Adsense, ratakan.com

Server-server iklan pihak ketiga atau jaringan iklan ini menggunakan teknologi untuk mengirim iklan-iklan dan link-link yang muncul di blog www.fajardaulay.com secara langsung ke browser Anda. Mereka secara otomatis menerima alamat IP Anda. Teknologi lainnya (seperti cookies, JavaScript atau Web Beacons) juga dapat digunakan oleh jaringan iklan pihak ketiga untuk mengukur efektifitas iklan mereka dan / atau untuk personalisasi iklan yang Anda lihat.

blog www.fajardaulay.com tidak memiliki akses atau kontrol terhadap cookies yang digunakan oleh pengiklan pihak ketiga.

Anda harus berkonsultasi dengan kebijakan privasi masing-masing dari server iklan pihak ketiga untuk informasi lebih rinci tentang kegiatan mereka serta untuk mendapat petunjuk tentang cara membatalkan kegiatan-kegiatan tertentu. Kebijakan Privasi blog www.fajardaulay.com tidak dapat mengontrol kegiatan tersebut.

Jika Anda ingin menonaktifkan cookies, Anda dapat melakukannya melalui pilihan-pilihan di browser Anda. Informasi lebih lanjut tentang manajemen cookie dengan browser web tertentu dapat ditemukan di situs web masing-masing browser.

blog www.fajardaulay.com tunduk dan patuh pada aturan dibawah google. Untuk membaca aturan Google, silahkan kunjungi : http://www.google.com/policies/privacy/
Powered by Blogger.